NASIONAL

Minimnya pemahaman berkendara dan buruknya infrastruktur jadi penyebab tingginya angka kematian di jalan raya

fokusmedan ; Sebanyak 31 orang tewas selama Operasi Patuh Toba 2018 yang digelar 26 April hingga 9 Mei di Sumatera Utara.‎

Dugaan muncul, minimnya pendidikan berlalu lintas bagi masyarakat, ditambah lagi infrastruktur jalan yang buruk dituding menjadi penyebab kecelakaan.‎

“‎Tingginya angka kecelakaan tidak bisa dibilangkan salah di Kepolisian, infrastruktur yang layak juga menjadi penting untuk menekan kecelakaan,” ujar Pengamat Kebijakan Publik Sumut, Padian Adi S Siregar kepada fokusmedan.com, Rabu (16/5) siang.

Ia menjelaskan, mestinya Pemerintah harus menanggapi banyaknya korban yang tewas di Jalan Raya, dengan memberikan pemahaman pendidikan berlalu lintas di Jalan Raya.

‎”‎Harusnya Pemerintah langsung bersentuhan melalui media, sosialisi tentu pihak kepolisian binmas juga harus berjalan. Kenapa kecelakaan terus meningkat karena aspek regulasi berlalu lintas tidak begitu baik, sosialisasi mengenai ambang batas kecepatan sangat lemah, begitu juga dengan infrastruktur marka jalan tidak begitu baik‎,” jelasnya.

Padian juga menyampaikan tindakan pencegahan dengan memberikan edukasi untuk meningkatkan kesadaran mengemudi yang aman, harus diutamakan dibanding dengan penegakan hukum.

‎”‎Tentunya secara umum opersi patuh Toba tertib berlalu lintas tidak dilakukan secaa menyeluruh, harusnya ada upaya persuasif,” ungkap Padian.

“Di satu sisi Gakum (Penegakan Hukum) ditegakan dalam konteks waktu tertentu, mestinya setiap pengendara harus tertib berlalu lintas, dan ini tugas Pemerintah untuk terus menyadarkan masyarakat pentingnya keselamatan mengemudi di Jalan Raya, bila ini diabaikan maka korban kecelakaan terus bertambah,” sambungnya.

‎Diketahui, angka kematian kecelakaan mengalami kenaikan 2 orang atau 6,89 persen dibandingkan tahun 2017, sebanyak 29 pengendara yang tewas lakalantas.(rio)‎