EKONOMI & BISNIS

Miris, sektor pertanian tak didukung penuh perbankan RI

fokusmedan : Hingga saat ini dukungan industri keuangan terhadap sektor pertanian masih sangat minim. Padahal, sektor pertanian merupakan penyerap tenaga kerja terbesar dibandingkan sektor lain.

Wakil Ketua Komite Ekonomi dan Industri Nasional (KEIN) Arif Budimanta, saat ini sektor pertanian menyerap 32 persen total pekerja di Indonesia. “Ini yang terbesar dibandingkan dengan sektor lain seperti perdagangan yang hanya menyerap 23 persen,” ujar Arif di Jakarta, Rabu (5/4).

Kendati mampu menyerap tenaga kerja yang sangat besar, namun kontribusi sektor pertanian terhadap total output nasional (PDB) hanya 14 persen. Untuk itu, sektor tersebut sangat layak mendapatkan dukungan maksimal dari perbankan.

Belum besarnya dukungan itu, lanjut Arif, antara lain ditunjukkan oleh share kredit yang mengucur ke sektor pertanian. Pada 2016, sektor tersebut hanya mendapat jatah 9,24 persen dari total kredit yang disalurkan perbankan.

“Pertumbuhan kreditnya sangat lambat. Ini harus menjadi perhatian serius pemerintah, tegasnya.

Berdasarkan data Statistik Perbankan Indonesia menunjukkan bahwa risiko kredit di sektor pertanian sangat rendah. Kredit bermasalahnya pada 2016 hanya 2,23 persen. Sementara, NPL untuk sektor usaha non-pertanian sebesar 3,58 persen.

Dengan demikian, kualitas kredit di sektor pertanian tidak dapat dijadikan alasan kurangnya dukungan lembaga keuangan kepada sektor tersebut. Data Statistik Perbankan Indonesia menunjukkan bahwa sektor di luar pertanian justru lebih berisiko.

Untuk itulah, dikutip dari merdeka.com, Arif menyayangkan kurangnya perhatian terhadap sektor pertanian. Karena itulah, dia meminta agar pemerintah mendorong lembaga keuangan agar memberikan dukungan terhadap sektor pertanian, sehingga tingkat kesejahteraan di wilayah perdesaan dapat meningkat.

“Hingga saat ini kan tingkat kemiskinan di perdesaan masih selalu lebih tinggi dibandingkan di perkotaan,” jelasnya.

Arif memandang bahwa dengan penerapan pembiayaan yang tepat di sektor pertanian, akan sangat membantu untuk mendorong pengurangan kemiskinan di perdesaan. Dengan demikian, akan mendorong pemerataan yang lebih baik, sesuai dengan harapan Presiden Joko Widodo yang bahkan telah menetapkan tahun 2017 sebagai tahun pemerataan.

“Pilihan mendorong pembiayaan di sektor pertanian dapat menjadi model bagus untuk pemerataan tersebut,” pungkasnya.(yaya)