Sel. Okt 22nd, 2019

Muhammadiyah: Pertemuan Jokowi dan Prabowo Contoh Kenegarawanan yang Tinggi

fokusmedan : Presiden Jokowi melakukan pertemuan dengan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto di Stasiun MRT, Sabtu (13/7). Pertemuan antara kedua tokoh yang berkontestasi di Pilpres 2019 ini mendapatkan apresiasi dari sejumlah tokoh.

Salah satu yang mengapresiasi pertemuan itu adalah Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir. angkat. Haedar menilai pertemuan antara kedua tokoh tersebut merupakan pertemuan atau silaturahmi yang bagus dan ditunggu oleh masyarakat.

“Pertemuan atau silaturahmi Pak Jokowi dengan Pak Prabowo pada hari ini merupakan momentum yang sangat bagus dan elok dalam kehidupan politik kebangsaan. Pertemuan ini sangat ditunggu-tunggu oleh masyarakat luas dan berbagai komponen bangsa,” kata Haedar dalam keterangannya.

Haedar menilai pertemuan antara Jokowi dan Prabowo telah memberikan contoh kenegarawanan yang tinggi. Pertemuan itu juga diharapkan bisa menjadi momentum untuk perekat suasana kebangsaan agar kembali bersatu paska Pemilu 2019.

“Pak Jokowi dan Pak Prabowo telah memberikan contoh kenegarawanan yang sangat tinggi. Bahwa kontestasi politik itu tidak menyebabkan retaknya tokoh bangsa. Bahkan dalam konteks kehidupan nasional pertemuan ini akan merekatkan kembali suasana kehidupan kebangsaan menjadi lebih bersatu,” papar Haedar.

Haedar menyebut bahwa pertemuan tersebut bisa menjadi legitimasi persatuan antara para elite politik yang berkontestasi dalam Pemilu 2019. Selain itu, dikutip dari merdeka.com, pertemuan antara Jokowi dan Prabowo juga bisa dianggap sebagai bagian dari rekonsiliasi nasional.

“Dari pertemuan Pak Jokowi dan Pak Prabowo kita juga dapat memperoleh penguatan untuk kepentingan kohesi sosial atau rekonsiliasi politik dalam rangka yang longgar. Pilpres yang lalu terjadi pembelahan politik. Setelah pemilu selesai dan proses sengketa di selesaikan oleh MK, Pak Jokowi dan Pak Prabowo menutupnya dengam silaturahmi. Sehingga rekonsiliasi nasional memperoleh legitimasi yang kuat dari kedua tokoh dan elit yang berkontestasi,” ungkap Haedar.

Haedar menjabarkan lewat pertemuan tersebut baik Jokowi maupun Prabowo telah memberikan energi positif bagi kehidupan kebangsaan. Haedar meminta agar masyarakat dan tokoh politik bisa move on dari Pemilu 2019 dan kembali membangun bangsa dan negara.

“Memberi apresiasi pada silaturahmi itu karena telah menjadi energi pada kehidupan kebangsaan yakni setelah pemilu selesai dengan segala dinamikanya, kita harus move on atau melangkah ke depan untuk kehidupan kebangsaan kita. Saat ini betul-betul dihadapkan pada keinginan bersama yakni membangun bangsa dan negara,” tutup Haedar.(yaya)