Nurdin sebut Munaslub mutlak untuk kembali mengangkat kejayaan Golkar

fokusmedan : Ketua harian DPP Partai Golkar Nurdin Halid mengatakan, Munaslub Partai Golkar harus sesuai bingkai Anggaran Dasar (AD) dan Anggaran Rumah Tangga (ART). Menurut dia, Munaslub digelar untuk mengangkat kembali kejayaan Partai Golkar.

Munaslub Partai Golkar adalah sesuatu hal yang mutlak dan harus dilakukan sebagai bagian daripada konsolidasi organisasi untuk kembali mengangkat kejayaan Partai Golkar,” kata Nurdin Halid, di Hotel Imperiyal Aryaduta, usai penyerahan rekomendasi atau surat dukungan resmi ke Munafri Arifuddin, seorang CEO PSM untuk maju jadi bakal calon Walikota Makassar pada Pilwalkot Makassar tahun 2018 mendatang, Senin (4/12).

Nurdin dikutip dari merdeka.com mengatakan, sebagai ketua harian setelah mengkaji, mengamati dan mencermati aspirasi kader Partai Golkar dari seluruh Indonesia, bahwa Munaslub merupakan sebuah keniscayaan yang harus dilakukan oleh Partai Golkar.

Ditanya mengenai kapan jadwal atau waktu pelaksanaan Munaslub itu, Nurdin Halid berkelit bahwa itu soal teknis. Pastinya, kata dia, dalam waktu dekat ini akan segera lakukan rapat pleno untuk menentukan jadwal Rapimnas. Kemudian di dalam Rapimnas itulah nantinya yang akan menentukan apakah akan dilakukan Munaslub atau tidak.

“Rapat Pleno untuk memustuskan pelaksanaan Rapimnas yang akan menetapkan Munaslub atau tidak, karena Rapinmas itu adalah keputusan tertinggi atau satu tingkat di bawah Munas. Sementara Rapimnas Maret lalu di Balikpapan telah memutuskan bahwa tidak ada Munas dan mempertahan Setya Novanto sebagai ketua umum. Nah kalau mau Munaslub maka harus Rapimnas dulu untuk memutuskan penyelenggataan Munas yang menganulir hasil keputusan Rapimnas yang ada karena itu tidak bisa diputuskan dalam rapat pleno,” ujarnya.

Nurdin mengatakan, muncul sejumlah nama kader Golkar yang digadang-gadang sebagai ketua umum menggantikan Setya Novanto.

“Bukan hanya tiga tapi ad 10 nama dan banyak. Ada ibu Titi, ada Azis Syamsuddin, ada Indra Bambang Utoyo. Di Partai Golkar itu banyak sekali kader jadi bukan hanya tiga nama. Kalau saya catat, ada juga saudara Wisnu, ada saudara Dedi. Kalau Nurdin Halid yang anda tanyakan, maka itu akan konsentrasi ke Pilgub Sulsel,” kata ketua DPD Partai Golkar Sulsel ini.

Dia menambahkan, dari 16 bulan yang tersisa jelang tahun politik, tinggal 12 bulan yang efektif. Menurut dia, itu adalah waktu yang sangat singkat untuk mengkonsolidasikan program-program partai untuk memenangkan Pileg dan Pilpres.

Oleh karena itu, jika ditanya untuk menjadi ketua umum Partai Golkar kriterianya apa, maka yang pertama adalah figur yang bisa menjadi simbol partai. Yakni figur yang sudah mengakar, dikenal oleh konstituen, oleh kader-kader sehingga tidak perlu lagi penyesuaian.

“Juga adalah figure yang tidak banyak masalah. Tapi semua manusia pasti ada masalah jadi katakanlah masalah yang tidak tercipta satu tahun ke depan ini,” pungkasnya.(yaya)