Rab. Jul 17th, 2019

Pembentukan Holding BUMN Perbankan Dipercepat

fokusmedan : Kementerian badan Usaha Milik Negara (BUMN) masih terus menggodok pembentukan holfing BUMN Perbankan. Pembentukan holding tersebut diyakini dapat meningkatkan efisiensi operasional dan kinerja.

Direktur Bank Tabungan Negara (BTN), Maryono, menyebutkan holding perbankan akan dipercepat. Setelah sebelumnya holding perbankan ngaret dari target awal. Sebelumnya, holding perbankan sempat ditargetkan rampung pada 2018. Namun hingga saat ini, proses tersebut masih terus berlangsung.

“Saya kira holding ini sekarang menjadi perhatian khusus dari BUMN, dan ini sekarang akan di speed up, dipercepat untuk penyelesaian-penyelesaian karena kita harus memberikan beberapa penjelasan-penjelasan yang terkait ke KKSK atau ke Bank Indonesia, OJK dan sebagainya,” kata Maryono, saat ditemui di JCC Senayan, ditulis Senin (11/2).

Dia mengungkapkan, lambatnya proses holding perbankan dikarenakan ada beberapa hal yang masih harus diperjelas. “Ya banyak lah, macam-macam (yang harus diperjelas),” ujarnya.

Dengan adanya holding tersebut, Maryono berharap peran BTN sebagai bank perumahan akan semakin kuat. “Ya kita memang mengharapkan holding keuangan ini, BTN dijadikan sebagai atau dipertegas perannya sebagai Bank Perumahan,” ujarnya.

Sebelumnya, dikutip dari merdeka.com, Deputi Bidang Usaha Jasa Keuangan, Jasa survei dan Konsultan Kementerian BUMN Gatot Trihargo mengatakan pembentukan holding perbankan sangat penting mengingat banyak pekerjaan yang dapat diselesaikan bersama. Contohnya, melakukan pembiayaan untuk pengadaan rumah yang digarap oleh Bank BTN.

“Holding BUMN ini sangat urgent, contoh BTN. BTN kan backlog perumahan sekitar 13 juta dan BTN baru bisa memberikan pembiayaan sekitar 686 ribu per tahun. Kalau kita lakukan holding seharusnya kalau 13 juta, minimal bisa 2 juta atau 3 juta tiap tahun,” ujar Gatot di Kantornya Jakarta.(yaya)