Rab. Okt 16th, 2019

Pemberian ASI dua tahun atasi masalah stunting

fokusmedan : Kepala Dinas Kesehatan Sumut dr Alwi Mujahit Hasibuan memastikan satu dari tiga orang anak di Sumut mengalami stunting.

Hal itu menyebabkan Sumut merupakan salah satu provinsi penyumbang masalah stunting di Indonesia dengan jumlah mencapai 30,8 persen dan lebih tinggi dari angka yang ditetapkan nasional sebesar 30,5 persen.

“Tentunya ini akan menjadi permasalahan sosial untuk ke depannya. Jadi, jangankan untuk bersaing dengan anak-anak dari negara lain, dengan teman dilingkungannya sendiri saja dia pasti akan kesulitan,” sebutnya kepada fokusmedan.com, Minggu (15/9).

Ia menjelaskan, kasus stunting ini sebetulnya dapat diintervensi hingga temuannya menjadi nol kasus. Caranya ujar dia ialah, dengan memberikan Air Susu Ibu (ASI) kepada anak selama dua tahun.

Dengan pemberian ASI itu, lanjutnya, maka sudah cukup untuk memenuhi gizi dari sang anak agar terhindar dari stunting.

“Jadi stunting ini kalau diintervensi, yakni di 1.000 hari pertama kehidupan. Mulai dari konsepsi di dalam rahim (gizi ibu), kemudian pemberian ASI selama dua tahun. Kalau kedua hal ini bisa kita jaga dengan baik, stunting itu harusnya nol,” ungkapnya.

Untuk mengatasi masalah stunting, pihaknya kini akan mengandeng Karang Tatuna sebagai penggeraknya.

“Dengan begitu bisa dilakukan pendampingan bila ada ibu hamil dan menyusui,” tandasnya.(riz)