Sen. Des 9th, 2019

Pembunuh Sopir Truk di Pancur Batu Diringkus di Jalur Lintas Desa Doulu 

img-20161220-wa003

fokusmedan : Tak sampai 1×24 jam, Selasa sore, petugas Unit Reskrim Polsek Pancur Batu meringkus pelaku pembunuhan terhadap Jumadi Ginting‎ (30), seorang sopir truk yang tewas mengenaskan di Jalan Jamin Ginting KM 19,5, Desa Pertampilan, Kecamatan Pancur Batu. Motif pembunuhan, tersangka kesal gajinya tak dibayar korban.

Pelaku pembunuhan tak lain teman sesama sopir truk bernama Jusri Tarigan (28) warga Desa Kuta Bangun Kecamatan Tiga Binanga Kabupaten Tanah Karo. Tersangka ditangkap polisi saat hendak kabur mengendarai satu unit dump truk BB 9803 YA di jalur lintas Desa Doulu Tanah Karo.

“Tersangka membunuh korban saat korban tertidur di dalam mobil. Tersangka memukul bagian kepala korban dengan 1 buah gancu. Korban terbangun, tersangka kemudian menikam bagian leher sebelah kiri korba menggunakan senjata tajam, ” ujar Kapolsek Pancur Baru Kompol Frido Gultom, kepada fokusmedan.com, Selasa sore.

Dia melanjutkan, kemudian tersangka membacoki kepala korban berulang kali menggunakan sajam tersebut, bahkan jari manis dan jari tengah korban terputus. Akibatnya, korban pun meninggal dunia.

Usai menghabisi nyawa rekannya, tersangka lalu kabur meninggalkan lokasi kejadian menggunakan dump truk menuju arah Berastagi.

Frido mengatakan, polisi yang mendapat laporan kasus ini kemudian melakukan penyelidikan mendalam dengan menginterogasi sejumlah saksi-saksi.

Dari pemeriksaan itu, petugas berhasil mengantongi identitas pelaku pembunuhan. Pengejaran terhadap pelaku dilakukan bekerja sama dengan personel lalu lintas di Poslantas Doulu, yang menyetop laju kendaraan tersangka. Polisi akhirnya berhasil membekuk tersangka.‎

“Dari pemeriksaan terhadap tersangka juga diketahui kalau tersangka juga mengambil harta benda korban seperti cincin emas dan uang tunai Rp 1,6 juta,” ungkap Frido.

Motif dari pembunuhan ini, kata Frido, tersangka kesal karena uang gajinya mengangkat dolomit tidak dibayar oleh korban.

Akibat perbuatan itu, tersangka dijerat Pasal 365 338 Kuhpidana dengan ancaman hukuman maksimal seumur hidup.(rio)‎