Sen. Des 16th, 2019

Pemerintah akan Pangkas Perizinan Ekspor Ikan Hias

fokusmedan : Asisten Deputi Sumber Daya Hayati Kementerian Koordinator Kemaritiman dan Investasi, Suparman Sirait memastikan akan memangkas seluruh perizinan ekspor yang mengganggu para pengusaha ikan hias di Indonesia. Pernyataan tersebut sekaligus menanggapi adanya keluhan dari pengusaha ikan terkait perizinan yang tumpang tindih.

“Nah ini kan sedang kami teliti semua kalau dia di pasal-pasalnya antar undang-undang itu ternyata saling tumpang tindih atau menyulitkan pelaku-pelaku usaha ya itu akan kami sederhanakan,” kata dia saat ditemui di ICE BSD, Tanggerang, Minggu (1/12).

Penyederhanaan izin itu nantinya akan masuk ke dalam Omnibus Law. Sebab, semua yang menyangkut dengan aturan terkait undang-undang akan dipangkas melalui Omnibus Law, kecuali aturan yang menyangkut dengan peraturan menteri

“Ini sedang kami cek semua. Baik Undang-Undang aturan pemerintah dan menteri. Itu di biro hukum,” katanya.

Dia menambahkan, penyederhanaan itu nantinya akan mengarah agar tidak melakukan eksploitasi yang mengakibatkan kerusakan alam.

“Kalau dia seperti budidaya tangkap, kan itu gak merusak alam tapi dibudidayakan. Itu kan bisa disederhanakan gitu. Kalau yang menyangkut ikan tangkap dari alam itu dilindungi. Nanti kami lihat sejauh mana aturan-aturan itu,” tandasnya.

Dukungan Pemerintah

Sugiarto mengungkapkan, Pameran dan kontes ikan terbesar se-Asia bertajuk Nusantara Aquatic (Nusatic) 2019 menjadi agenda rutin yang digelar setiap tahunya. Mengingat potensi sumber daya ikan hias yang ada di Indonesia sendiri cukup potensial.

“Ada sekitar 1.500 jenis ikan ada di Indonesia. Tapi Indonesia tidak memiliki pameran sekala Internasional. Teman-teman ingin ada pameran bersama. Kita gabung buat pameran dari komunitas, ada lomba dan kontes. Saya berpikir bagaimana jadi besar saya liat kalau kita bikin pameran bersama, otomatis jadi terbesar di dunia,” kata dia saat ditemui di lokasi, Minggu (1/12).

Di samping itu, dirinya juga meminta bentuk dukungan lebih terhadap pemerintah agar pameran ke depannya dapat berjalan dengan baik. Sebab, tanpa dukungan pemerintah dirasa cukup berat.

“Kita juga minta dukungan dana dari pemerintah untuk sewa gedung. Bukan hanya kebijakan dari ikan hias kemudian pendanaan gedung,” katanya.

Tak hanya itu persoalan lain yang dirasa perlu adalah masalah izin. Menurutnya, banyak para pelaku usaha ikan hias yang hingga kini masih mengeluhkan masalah izin diberikan pemerintah. Utamanya adalah tumpang tindih izin di Kementerian Lembaga yang kemudian itu dirasa menyulitkan.(yaya)