Ming. Des 15th, 2019

Pemerintah Diminta Kompak Turunkan Harga Gas Industri

gas

fokusmedan : Ketua Koordinator Gas Industri Kamar Dagang dan Industri Indonesia Achmad Wijaya meminta pemerintah agar kompak memutuskan rencana penurunan harga gas bagi industri. Alasannya, penurunan harga gas ini akan memiliki dampak multiplier terhadap perekonomian nasional.

“Presiden sudah memberikan kepastian. Tetapi kapan? Ini yang harus digaris bawahi. Ketika ditentukan USD 6 dolar per MMBtu, pertumbuhan ekonomi akan melejit,” ujar Achmad saat acara diskusi ‘Energi Kita’ di Jakarta, Minggu, dilansir merdeka.com.

Untuk itu, pihaknya meminta pemerintah dapat segera memutuskan hasil penurunan harga gas industri. Sebab, kebijakan tersebut merupakan hal yang paling ditunggu oleh para kalangan pengusaha saat ini.

“Industri melihat (target penurunan harga gas) USD 6 per MMBtu itu hanya bonus akhir tahun. Tetapi, posisi kepastian (diturunkan) kapan?,” ungkapnya.

Hal senada turut diungkapkan oleh Anggota Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat Satya Widya Yudha. Menurutnya, penurunan harga gas memang akan menggerus kas penerimaan negara. Namun, dampak dari penurunan tersebut mampu dipergunakan untuk menggeliatkan kembali perekonomian Indonesia.

“Minyak dan gas bumi itu bukan lagi dilihat dari sisi pendapatan. Tapi diharapkan mampu me-generate ekonomi. Jangan lagi nanti Kementerian Keuangan mempermasalahkan penerimaan negara,” kata Satya.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo menginginkan harga gas industri nasional bisa turun di kisaran USD 5-6 per million metric biritsh thermal unit (MMBtu), demi meningkatkan daya saing. Saat ini, harga gas industri berada di kisaran USD8-10 per MMBtu.(yaya)