Uncategorized

Pemerintah dinilai kaget hadapi bencana gempa Lombok

fokusmedan : Guru Besar Universitas Pelita Harapan, Manilan Ronald Simanjutak menilai, Pemerintah pusat kaget dalam menangani bencana gempa di Lombok Nusa Tenggara Barat (NTB). Seharusnya, kata Manilan, bencana seperti ini bisa diprediksi dari jauh-jauh hari.

“Nah kita ini kaget badan gitu lho. Kenapa, harus sudah terprediksi awal, jadi kita tidak bicara status lagi. Nah bagaimana ini sudah seharusnya dipersiapkan,” kata Manilan di kawasan Cikini Jakarta Pusat, Sabtu (25/8).

Menurutnya, pemerintah harus belajar dari pengalaman penanggulangan bencana selama ini. Namun, tambah dia, penanganan bencana harus direncanakan agar bisa menanggulangi lebih baik.

“Mungkin saya memberikan masukan kepada Pemerintah dan kita semua, coba cek di kepresidenan, kementerian sampai Pemda, ada enggak urusan ini dipersiapkan. Perencanaannya ada enggak, penganggarannya ada enggak,” ungkapnya.

Hal itu, langsung dibantah oleh Direktur Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial Kementerian Sosial Harry Hikmat. Menurut Harry, pemerintah sudah melakukan persiapan matang dalam penanggulangan bencana.

“Tapi kalau dibilang kaget badan sebetulnya gak begitu juga. Karena dari sisi kebijakan sampai ke strategi peraturan dan sebagainya itu sudah lengkap,” katanya.

“Kemudian secara kebijakan fiskal sudah teranggarkan di berbagai kementerian lembaga yang sudah terkoordinasi di bawah BNPB. Kemensos juga punya anggaran sampai juga ke pemerintah provinsi dinas sosial dan sebagainya,” sambungnya.

Dikutip dari merdeka.com, argumen Harry juga diperkuat oleh Tenaga Ahli Kedeputian IV Kantor Staf Kepresidenan (KSP) Roysepta Abimanyu. Kata Roy, pemerintah sudah siaga dalam menanggulangi atau mencegah bencana.

“Kemensos desa siaga bencana, jadi Pemerintah menyiapkan, cuma memang kerja-kerja yang hening ini enggak banyak disorot. Kita upayakan diliput, paling banter satu menit. Jadi banyak hal sudah dilakukan,” ucapnya.(yaya)