NASIONAL

Pemerintah tetap akan beri perlindungan bagi dua pelawak WNI ditahan di Hong Kong

fokusmedan : Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi, menyatakan bahwa dua warga negara Indonesia yang ditahan di Hong Kong akibat penyalahgunaan visa sudah diberi akses kekonsuleran.

“Tadi pagi Konsulat Jenderal kita di Hong Kong melaporkan bahwa pemerintah setempat sudah mengizinkan kita untuk memberi akses kekonsuleran bagi dua WNI tersebut,” ungkap Menlu Retno, saat menggelar jumpa pers di Kementerian Luar Negeri Indonesia, Jakarta Pusat, Rabu (7/2).

“Saat ini saya sedang menunggu laporan dari Konjen RI di Hong Kong tentang bagaimana hasil dari pertemuan tim mereka dengan WNI tersebut,” tambah Menlu Retno.

Dikutip dari merdeka.com, Menlu Retno menegaskan bahwa perwakilan Indonesia akan tetap memberi pendampingan kepada WNI yang terlibat masalah di luar negeri, tidak peduli apa pun kasusnya.

“Merupakan suatu kewajiban bagi suatu negara, kita, untuk memberikan perlindungan bagi WNI yang terlibat kasus hukum di luar negeri. Perlindungan atau pendampingan yang dimaksud adalah untuk memastikan hak-hak hukum WNI yang menghadapi masalah di luar negeri tidak terkurangi,” papar Menlu Retno.

Dia juga berpesan kepada seluruh masyarakat Indonesia yang sedang di luar negeri untuk mematuhi setiap aturan berlaku di negara yang dituju.

“Di manapun kita berada, kita tunduk pada peraturan berlaku setempat,” pesannya.

Sebelumnya diberitakan dua pelawak asal Indonesia, yakni Yudo Prasetyo (Cak Yudo) dan Deni Afriandi (Cak Percil) ditangkap dan ditahan di penjara Lai Chi Kok karena diduga telah melanggar aturan imigrasi.

Kedua WNI itu menggunakan visa liburan untuk bekerja di negara tersebut.(yaya)