EVENT

Penampilan istimewa Ine “Hipnotis” penonton di Taman Budaya Medan

fokusmedan : Pentas monolog Cut Nyak Dhien yang diperankan Sha Ine Febriyanti berhasil menghipnotis ratusan penonton di Taman Budaya Jalan Perintis Kemerdekaan.

Monolog Cut Nyak Dhien mengangkat sisi perempuan Cut Nyak Dhien sebagai seorang istri dan ibu yang juga goyah ketika kehilangan menghampiri kehidupannya.

Dikenal sebagai seorang perempuan pejuang perkasa, Cut Nyak Dhien tak pernah menunjukkan kepedihan hati maupun dukanya saat ditinggal pergi orang yang dikasihinya, sang suami, Teuku Ibrahim ataupun Teuku Umar.

Sebagai seorang ibu, Cut Nyak Dhien harus tetap terlihat tegar di depan anaknya, juga di depan mereka yang membutuhkan tuntunan dan kepemimpinannya.

Kisah ini dituturkan Cut Nyak Dhien dari hutan Sumedang, tempatnya menjalani masa-masa pengasingan hingga tutup usia pada 6 November 1908.

“Ini penampilan Istimewa saya, karena sudah memerankan Cut Nyak Dhien sembilan belas kali,” ujar Ine kepada fokusmedan.com,

Artis yang melakoni peran Nyai Ontosoroh dalam Film Bumi Manusia mengatakan Dari Cut Nyak Dhien, kita belajar tentang keberanian, prinsip serta perlawanan sekuat-kuatnya dan tak henti.

Sementara salah seorang penonton mengaku takjub dengan penampilan Ine yang begitu watak memerankan Cut Nyak Dhien.

“Asli sepanjang pertunjukan berlangsung kayak dihipnotis untuk melihat dari awal hingga akhir, sangat menginspirasi,” kata Rufio.

Selain Pentas Monolog Cut Nyak Dhien, acara yang didukung Bakti Budaya Djarum Foundation juga menggelar workshop atau diskusi.

Kegiatan ini diselenggarakan di 10 kota mulai dari tanggal 27 April 2018 di Gianyar, Bali kemudian berlanjut pada bulan Mei ke Makassar, Solo, dan Surabaya. Di bulan Juni, Cut Nyak Dhien akan bertandang ke Kudus kemudian berlanjut ke Tasikmalaya dan Bandung pada awal Juli dan Medan di akhir Agustus serta Padang dan berakhir di Padang Panjang pada September 2018.(rio)