Ming. Agu 18th, 2019

Pengeroyokan kader IPK di Jalan Cemara tidak berprikemanusiaan

fokusmedan :  Terkait tewasnya seorang kader IPK, Jarisman Saragih (23) di Jalan Cemara,Desa Sampali Kecamatan Percut Sei Tuan, Sabtu (2/2) lalu membuat Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Ikatan Pemuda Karya (IPK) Kota Medan angkat bicara.

Ketua DPD IPK Kota Medan Thomas Purba mengatakan, aksi pengeroyokan terhadap kader IPK merupakan perbuatan yang tidak berprikemanusiaan.

“Seharusnya korban yang tidak berdaya tidak boleh diperlakukan seperti itu. Satu orang dianiaya oleh puluhan orang-orang, sungguh tidak punya prikemanusiaan,” ucap Thomas kepada fokusmedan.com di Kantor DPD IPK Medan Jalan Burjamhal Medan, Senin (4/2).

Ia mengatakan, kejadian ini bukanlah bentrok, melainkan sebuah penghadangan, penganiayaan dan pengeroyokan yang dilakukan oleh puluhan orang terhadap kader IPK Labuhan Deli, ketika melintas di Jalan Cemara, usai menghadiri pelantikan di Lapangan Gajah Mada Jalan Krakatau.

“Ini bukan bentrok, melainkan dihadang 50 orang. Jadi sudah perencanaan dari awal. IPK tidak ada melakukan penyerangan,” tegasnya.

Dijelaskannya, selain merenggut nyawa satu orang, satu orang kader IPK lainnya mengalami luka tembak dan dipanah.

“Mereka dipersenjatai, jadi ini sudah direncanakan. Kami minta polisi bertindak tegas menangkap pelaku, dan aktor intelektual dibalik kejadian ini,” harapnya.

Untuk itu Thomas mengaku, jika dirinya telah menginstruksikan kepada seluruh kader IPK untuk melakukan pengawalan atas kasus tewasnya seorang kader mereka itu. Namun ia mengimbau kepada seluruh kader IPK agar menahan diri, sepanjang aparat kepolisian bekerja maksimal.

“IPK sudah membuat satu sikap, jika seluruh kader IPK saya instruksikan agar tetap dikawal,” sebutnya.

Namun Thomas menduga, ada motif lain dalam peristiwa ini kenap bisa sampai terjadi. Khususnya yang berhubungan dengan penyelidikan kepolisian perambahan hutan.

“Saya kira mungkin ini ada hubungan. Mungkin pengalihan dari masalah kemaren, sehingga perhatian warga menjadi teralihkan,” tegasnya.

Untuk itu, Thomas mengaku jika IPK siap mendukung Kepolisian dalam menuntaskan masalah ini. Selain itu ia juga mengaku, jika saat ini kepolisian telah mengamankan 3 orang terduga pelaku.

“Kalau memang kita sama-sama menginginkan kota Medan dan Indonesia kondusif, ini harus ditindak tegas. Semua pelaku harus ditangkap, supaya ini kejadian ini tidak terulang,” tandasnya.(riz)