EKONOMI & BISNIS

Pengusaha: Harga bahan pokok melambung tinggi saat ini karena Rupiah melemah

fokusmedan : Kurs rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (AS) sangat melemah di mana USD 1 ditransaksikan pada Rp 14.725 di pasar spot Jumat lalu. Sementara itu, harga jual Dolar AS di salah satu bank nasional pun telah menembus di atas Rp 14.900 per USD.

Ketua BPP HIPMI (Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia), Anggawira, menyatakan depresiasi kurs Rupiah terhadap Dolar saat ini bahaya dan dapat memicu terjadinya krisis moneter lagi.

“Kita tidak boleh menganggap enteng pelemahan nilai tukar Rupiah terhadap Dolar saat ini yang menembus Rp 14.725 hampir mendekati Rp 15.000. Nanti jika pihak swasta yang meminjam anggaran negara dan pas jatuh tempo tak mampu bayar karena beratnya kurs. Ini sangat beresiko,” tutur Anggawira di Jakarta, Minggu (2/9).

Anggawira yang juga pengusaha ini pun menambahkan, pelemahan Rupiah ini nantinya akan berimbas pada masyarakat. Dia merasa kekhawatiran masyarakat akan naiknya harga-harga bahan pokok tersebut dipicu oleh depresiasinya nilai tukar Rupiah.

“Ya, saya khawatir. Namun, saya lebih mengkhawatirkan masyarakat kita karena harga-harga bahan pokok yang melambung tinggi ini dipicu oleh nilai tukar Rupiah yang melemah,” sambungnya.

Anggawira mengatakan pemerintah dengan tim ekonominya harus bisa menahan laju depresiasi Rupiah sehingga persoalan tersebut segera terselesaikan. “Ya, pemerintah harus benar-benar berpikir ekstra untuk mengatasi persoalan ini, saya lihat ini kan sepertinya kita tak ada daya. Seharusnya, dikutip dari merdeka.com, pemerintah dan tim ekonominya memikirkan solusi agar bisa menahan laju depresiasi nilai tukar Rupiah,” tutupnya.(yaya)