Ming. Agu 18th, 2019

Penyaluran KUR 2019 Ditarget Rp 140 Triliun Dengan Bunga 7 Persen

fokusmedan : Komite Kebijakan Pembiayaan Bagi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) menyepakati plafon penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) pada 2019 sebesar Rp 140 triliun. Angka ini meningkat dibandingkan plafon KUR 2018 yang hanya sebesar Rp 123 triliun.

“Komite pun menyepakati plafon penyaluran KUR tahun 2019 sebesar Rp 140 Triliun. Bunganya tetap 7 persen,” kata Deputi Bidang Koordinasi Makro dan Keuangan, Kemenko Perekonomian, Iskandar Simorangkir saat ditemui di Kantornya, Jakarta, seperti ditulis Jumat (28/12).

Iskandar mengungkapkan pertimbangan komite tersebut melihat pertumbuhan ekonomi 2018 yang diperkirakan mencapai 5,2 persen. Kemudian pertumbuhan kredit UMKM sebesar 8,48 persen (yoy) serta ingkat inflasi sampai dengan September 2018 yang masih terjaga di tingkat 2,88 persen.

“Dengan elastisitas daripada pertumbuhan dengan permintaan kredit dikisaran 1,25 persen maka kita perkirakan 12 persen pertumbuhan KUR-nya. maka jatuh dia Rp 140 triliun,” katanya.

Di samping itu, Iskandar mengatakan untuk anggaran pembayaran bunga pada 2019 ditetapkan sebesar Rp 11,989 triliun. Dirinya pun memastikan sebanyak 60 persen alokasi KUR pada 2019 akan dimanfaatkan untuk sektor produksi antara lain pertanian, perikanan, industri, konstruksi, dan jasa-jasa.

“Jadi ketentuan baru plafon Rp 140 triliun. KUR produksi diwajibkan 60 persen untuk tahun 2019,” imbuhnya.

Dikutip dari merdeka.com, kemudian dalam rangka memperluas penyaluran KUR Komite Kebijakan Pembiayaan bagi UMKM mengusulkan adanya skema KUR untuk Pensiunan.

“KUR ini akan diberikan kepada para pensiunan atau pegawai pada Masa Persiapan Pensiun (MPP) yang mempunyai usaha produktif,” pungkas Iskandar.(yaya)