Ming. Jul 21st, 2019

Pertemuan Jokowi-Prabowo Bikin Pengusaha Tak Wait and See

fokusmedan : Presiden terpilih Joko Widodo (Jokowi) akhirnya bertemu dengan Peabowo Subianto, Sabtu kemarin. Pertemuan ini pun disambut baik dan positif berbagai pihak, salah satunya pengusaha.

Ketua Umum BPP Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Bahlil Lahadalia mengatakan, pertemuan tersebut menimbulkan konfiden yang besar di kalangan dunia usaha dan pasar. Dia pun optimis pertemuan itu akan membawa sentimen positif di pasar saham dan nilai tukar pekan depan.

“Kita dari dunia usaha menyambut baik. Kita optimistis investor tidak lagi wait and see lagi. Investor dan pasar kan lihat bahwa ternyata politik kita sudah matang. Demokrasi kita juga sudah proven,” kata Bahlil melalui keterangan resminya, Minggu (14/7).

Dikutip dari merdeka.com, dia optimis investor akan memiliki keyakinan yang kuat untuk masuk dan berinvestasi ke Indonesia. Selama ini, investor masih menunggu menyusul lamanya Pilpres dan tahap-tahapannya sejak tahun lalu. HIPMI memuji kenegarawanan kedua pemimpin sehingga situasi menjadi lebih adem dan kondusif.

Menurutnya, pertemuan keduanya sangat tepat dan belum terlambat. Sebab, tahap-tahapan pemilu sudah selesai. Secara resmi Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) mengumumkan Presiden terpilih 2019-2024.

“Timing-nya sudah tepat. Belum terlambat. Apalagi hari Presiden Jokowi akan menyampaikan pidatonya tentang visi Indonesia ke depan,” imbuhnya.

Bahlil mengatakan, agar investor dan pasar sepenuhnya optimis, berbagai perbaikan regulasi dan iklim usaha harus secara mendasar dilakukan perbaikan. “Kita hadapi masalah current account deficit (CAD), sebagai cerminan belum produktifnya industri didalam negeri. Produksi migas kita rendah. Kemandirian energi masih lemah. Akibatnya kita sangat tergantung pada impor, sehingga CAD kita tinggi,” jelasnya..

Untuk itu, dia meminta semua pihak meninggalkan agenda-agenda dan bergeser, bagaimana mengurus ekonomi yang demokratis. “Jadi, kita mesti siap bergerak dari agenda demokrasi politik ke agenda demokrasi ekonomi. Jangan politik terus. Mari kita bangun bangsa sama-sama,” tandasnya.(yaya)