Rab. Okt 16th, 2019

Perusahaan farmasi sebut penarikan obat Ranitidin dari peredaran merupakan langkah tepat

fokusmedan : Badan Pengawasan Obat dan Makanan (POM) RI mengeluarkan instruksi untuk penarikan obat maag Raniditin cair dan injeksi dari peredaran karena diketahui tercemar N-Nitrosodimethylamine (NDMA) yang bisa menyebabkan risiko penyakit kanker,

Ketua Gabungan Perusahaan (GP) Farmasi Sumatera Utara (Sumut) Amin Wijaya menilai, instruksi dari Badan POM ini sudah merupakan langkah yang tepat.

“Kita mendukung langkah tanggap Badan POM, karena begitu dapat informasi dari luar langsung mengambil kebijakan,” sebutnya kepada fokusmedan.com, Selasa (8/10).

Ia menjelaskan, untuk saat ini pihak perusahaan farmasi sudah mulai melakukan penarikan terhadap produk Ranitidin yang diinstruksikan dan dipastikan seluruh obat tersebut tidak lagi beredar.

“Yang ditarik dari peredaran dalam bentuk injeksi,” jelasnya.

Sementara untuk Ranitidin dalam bentuk tablet, lanjutnya, cemaran NDMA-nya memang masih belum terbukti. Hal ini lah yang masih terus dilakukan pemeriksaan oleh BPOM, sehingga belum ada instruksi penarikannya.

Untuk itu, perusahaan farmasi tetap akan mengacu berdasarkan perintah BPOM. Sebab menurut dia, pabrikan tentu tidak mau untuk mengambil resiko.

“Berdasarkan pemeriksaan mereka, obat beresiko kalau di pakai dalam jangka panjang, tapi tidak kalau jangka pendek,” pungkasnya.(riz)