NASIONAL

PN Lubuk Pakam gelar sidang pembunuhan satu keluarga

fokusmedan : Sidang kasus pembunuhan satu keluarga Muhajir (49) warga Gang Rasmi Dusun rambutan Desa Bangun Sari Kecamatan Tanjung Morawa Deliserdang digelar di Pengadilan Negeri Lubuk Pakam Rabu (20/2).

Amatan fokusmedan.com, sidang kasus pembunuhan dengan korban Muhajir ,Sumiati istrinya dan M.Solihin anak Muhajir menghadirkan dua orang terdakwa yang terlibat dalam eksekusi pada ketiga korban.

Dua terdakwa yang dihadirkan masing masing Dian Syahputra alias Komo dan Rio alias yoyo sementara satu tersangka utama Agus Hariadi tewas ditembak petugas saat penangkapan di kabupaten Kampar Riau seminggu paska kejadian Muhajir ditemukan tewas.

Pada sidang mendengarkan keterangan saksi dari keluarga korban dihadiri Desy anak sulung korban ,petugas Polsek Tanjung Morawa ,Kepala Desa Bangun Sari dan Istri Terdakwa Agus Hariadi.

Dalam sidang terungkap kalau Agus Hariadi merupakan otak pelaku penculikan dan pembunuhan .

Hakim yang diketuai Sarma siregar , hakim anggota Tarimas saragih dan W.K napitupulu meminta keterangan dari saksi Desy terkait permasalahan antara korban dengan terdakwa.

Dalam keterangannya Desy mengungkapkan kalau ayah ,ibu dan adiknya hilang dari rumah pada Selasa (9/10/2018) pagi, sekira pukul 07.00 Wib. Dan Desy melaporkan kehilangan keluarganya pada polsek tanjung morawa .

Hakim bertanya apakah desy mengetahui kalau korban pernah berselisih dengan pelaku namun desy tidak mengetahui secara pasti .

Hakim juga meminta Keterangan Polisi pada agenda keterangan saksi , bahwa ketiga terdakwa sudah merencanakan penculikan dan pembunuhan pada korban sejak sore hari di lakukan diskusi di rumah pelaku agus hariati yang berada di samping rumah korban .

Dian Syahputra dan rio membantu agus hariadi dalam mengeksekusi ketiga korban .

Sementara hakim juga meminta keterangan Marini istri Agus Hariadi , marini dicecar sejumlah pertanyaan sepengetahuannya sebelum proses penculikan pada korban dilakukan oleh suami dan kedua temannya .

Marini sempat tergagap dan menangis karena merasa tidak terlibat dalam perencanaan atau mengetahui sebelum penculikan pada korban terjadi , namun ia juga mengakui kalau sudah menghapus SMS percakapan antara ia dan suaminya usai melakukan penculikan .

Dengan alasan disuruh suaminya menghapus pesan SMS di hpnya .

Saksi marini menyebutkan pada majelis hakim kalau suaminya selalu mengatakan akan segera mati padanya sehari sebelum kejadian penculikan pada tersangka.(putra)