Polda Sumut imbau pemegang SIM palsu mau kooperatif, bila tidak akan dijadikan tersangka

fokusmedan : Terkait penggerebekan rumah tempat pembuatan SIM palsu di Jalan Setia Luhur, Gang Arjuna, No 9 Helvetia, Polda Sumut menghimbau agar pemegang Surat Izin Mengemudi (SIM) palsu bersikap kooperatif untuk mengembalikan dokumen negara tersebut.

“Jika tidak segera mengembalikannya. pemegang SIM palsu itu bisa dipidana melanggar pasal 266 KUHPidana karena menggunakan dokumen atau surat palsu,” tegas Kasubdit III/Jatanras Dit Reskrimum Poldasu, AKBP Faisal Napitupulu, Selasa (3/10).

Ditambahkannya, pemilik SIM palsu bisa dijadikan tersangka karena menggunakannya sebagai syarat utama berkendara. Sebaliknya, jika bersikap kooperatif dengan segera mengembalikan SIM palsu tersebut, maka bisa disebut sebagao korban.

Pihaknya akan menyelidiki sekaligus menindak pemilik atau pengguna SIM palsu. Jika pengemudi kendaraan bermotor kedapatan memakai SIM palsu tersebut akan langsung diproses. Kepolisian telah mengenali ciri-ciri fisik perbedaan SIM asli dengan yang palsu.

“Kita imbau SIM palsu itu untuk segera dikembalikan karena pemegang SIM palsu adalah korban. Tapi, kalau nantinya tidak dikembalikan, maka pemegangnya akan kita jadikan tersangka,” kata Faisal kepada fokusmedan.com di Polda Sumut.

Disinggung soal tersangka baru, Faisal memastikan masih tiga orang, termasuk anggota Yanma Polda Sumut, Bripka Rida Fahmi. Tapi Faisal juga belum bisa memastikan sanksi internal yang akan diterima calo SIM palsu tersebut.

“Kalau soal sanksi Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH) atau pemecatan anggota Yanma itu tergantung hasil putusan peradilan umum nantinya,” pungkas Faisal.(edi)

Comments are closed.