Sel. Nov 19th, 2019

Polda Sumut kembali tangkap 3 tersangka pembunuhan di Labuhan Batu

fokusmedan : Polda Sumut kembali membekuk tiga tersangka dalam kasus pembunuhan Maraden Sianipar (52) dan Martua Parasian Siregar alias Sanjai (42) di Labuhanbatu beberapa waktu lalu. Ketiga pelaku yang diamankan tersebut, yakni berinisial DS, JH dan WP.

Sebelumnya, Satreskrim Polres Labuhanbatu dan Unit Reskrim Polsek Penangkapan Panai Hilir juga telah mengamankan 2 pelaku lainnya. Keduanya adalah VS dan SH pada Selasa (5/11 lalu.

Kapolda Sumut Irjen Pol Agus Andrianto menyampaikan, penangkapan ketiga tersangka dilakukan dari sejumlah lokasi terpisah di wilayah Sumut.

Penangkapan pertama dilakukan terhadap DH di Desa Janji Kecamatan Parlilitan, Humbahas oleh tim yang dipimpim Kasubdit III Jatanras AKBP Maringan Simanjuntak, pada Selasa (5/11) sekira pukul 19.30 WIB.

Selanjutnya tim melakukan penangkapan terhadap JH di Jalan Jamin Ginting Kabanjahe, pada Rabu (6/11) sekira pukul 22.30 WIB, dan WP di Komplek Perumahan CBD Medan Polonia, pada Kamis (7/11) sekitar pukul 14.00 WIB.

“Selain para tersangka turut disita barang bukti 2 unit sepeda motor yaknk Honda Revo BK 5158 VAB dan Honda Supra X BK 2220 IO, 1 Potong kaos dalam berlumuran darah, 1 potong kaos warna hitam, 1 unit sepeda coklat sebelah kiri, dan 5 unit HP yang digunakan tersangka,” sebutnya di Mapolda Sumut, Jumat (8/11).

Ia menjelaskan, sebelum kejadian, pihak perkebunan PT Amelia memang sudah berkali-kali mengusir dan memperingatkan para penggarap termasuk dari kelompok Maraden Sianipar. Karena sering terjadi cekcok dengan para penggarap, H sebagai pemilik Perkebunan PT Amelia, pernah menyuruh JS untuk menghabisi Ranjo Siallagan dengan upah Rp 15 juta.

“Akan tetapi Ranjo tidak mati,” jelasnya.

Namun, ketika kelompok Maraden cekcok dan mengancam pihak Perkebunan PT Amelia, H kembali memerintahkan JH untuk mengusir, dan menghabisi Maraden Sianipar kalau melakukan perlawanan dengan janji juga akan diberi upah.

Tepat pada Selasa (29/10) sekira pukul 13.00 WIB, lanjutnya, Maraden dan Sanjai datang ke Perkebunan PT Amelia.

Di perkebunan, kedua korban ditemui oleh HS, RP, JS, DS yang masing-masing membawa sebilah kelewang. Kemudian SH dan VD  yang hanya mengendarai sepeda motor.

“Disitu HS menanyakan pada kedua korban apa kepentingannya datang ke perkebunan, sehingga terjadi cekcok dan pembunuhan. Sebelumnya Maraden sendiri mengatakan, bahwa diperkebunan tersebut banyak pencuri, sementara kedua korban bukan pemilik kebun,” terangnya.

Kapolda mengatakan saat ini pihaknya masih melakukan pengejaran terhadap tiga tersangka  lainnya. yakni JS, RP dan HS.(riz)