Ming. Agu 25th, 2019

Polda Sumut tangkap penjual satwa dilindungi

fokusmedan : Seorang pria berinisial A (25) warga Dusun III Desa Paluh Manan, Kecamatan Hamparan Perak Kabupaten Deliserdang ditangkap personel Subdit IV Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sunut dan petugas Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumut terkait jual beli hewan ya g dilindungi melalui sisial media (Facebook).

Selain tersangka, barang bukti yang diamankan berupa tiga ekor anak Elang Brontok (Nisaetus Cirrhatus), tiga ekor anak Kucing Akar/Tandang (Prionailurus Bengalensis), dan tiga ekor anak Lutung Emas/Budeng (Trachypithecus Auratus).

Dalam paparannya di Mapolda Sumut, Direktur Reskrimsus Polda Sumut, Kombes Pol Rony Santama menyebutkan, pengungkapan tindakan pidana konservasi sumber daya alam hayati dan ekosistem tersebut berawal dari akun facebook palsu milik pelaku atas nama Keyla Safittrie yang memperjual belikan hewan yang dilindungi.

“Saat tim menemukan akun facebook jual beli hewan langka, tim kemudian melakukan komunikasi dengan tersangka A,” sebut Rony, Jumat (11/1).

Saat berkomunikasi dengan tersangka A, tim kemudian melakukan penyamaran dan berniat membeli lotung emas dengan harga Rp 250 ribu per ekor.

“Namun saat akan bertransaksi, tersangka meminta lewat ojek online. Jadi barang dikirim kemudian uang menyusul dikirim,” ujarnya.

Selanjutnya, setelah mengetahui identitas tersangka tim langsung melakukan penangkapan dari kediamannya. Saat dilakukan interogasi, tersangka mengaku hewan-hewan ini didapatkannya dari masyarakat di pesisir pantai Hamparan Perak.

“Namun kami masih lakukan pengembangan, apakah ini termasuk perburuan liar,” ucapnya yang memyebutkan tersangka juga sudah menjalankan bisnis ini selama enam bulan.

Sementara itu, Kepala BKSDA Sumut Hotmauli Sianturi mengatakan, para tersangka sudah beralih melakukan penjualan satwa dilindungi lewat media sosial.

“Sebelumnya kita patroli ke hutan atau operasi transportasi bus atau truk. Ternyata sekarang telah bergeser ke dunia maya,” ungkapnya.

Untuk itu, pihaknya mengapresiasi Polda Sumut yang bergerak cepat melalui unit cyber sehingga mampu menangani kasus penjualan hewan dilindungi.(riz)