NASIONAL

Polda Sumut tetapkan pemilik PT Magbuul sebagai tersangka kasus penipuan jamaah umroh

fokusmedan : Pemilik PT Maqbuul berinisial (MAS), warga Binjai akhirnya ditetapkan Polda Sumut sebagai tersangka atas kasus penipuan terhadap 53 orang jamaah umroh.

Hal itu, disampaikan Kasubdit I/ Keamanan Negara (Kamneg) Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Sumut AKBP Simon Sinulingga kepada fokusmedan.com, Selasa (19/2).

“MAS selaku pemilik PT Maqbuul sudah ditetapkan menjadi tersangka” sebutnya.

Ia menjelaskan, penetapan status tersangka dilakukan setelah penyidik melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi dan melakukan gelar perkara.

“Hasil gelar, terlapor yakni pemilik PT Maqbuul Binjai dijadikan tersangka dan kasusnya ditingkatkan menjadi penyidikan,” ungkapnya.

Seperti diketahui, dalam kasus ini, pelapor bernama Djumaah Edimara telah membuat pengaduan ke Poldasu sesuai LP No: 72/1785/XII/2018/SPKT II tanggal 28 Desember 2018. Dimana, sebanyak 53 jemaah umrah dari perusahaan yang berada di Jalan Veteran, Kota Binjai mendatangi Poldasu atas dugaan tindak pidana kasus penipuan yang dilakukan PT Maqbuul milik MAS sebagai jasa travel Haji dan Umrah.

Kuasa hukum dari para jemaah, Wami Prabowo dan Ramses Pandiangan dari Advokat BPPH (Badan Pembelaan Hukum) PP Sumut menjelaskan, awalnya ke-53 jemaah umrah ini dijanjikan untuk berangkat pada 28 Oktober 2018. Namun entah atas dasar apa, perjalanan tersebut ditunda hingga November.

“Saat di bulan November 2018, ternyata tidak berangkat juga. Klien saya langsung mempertanyakan kepada Mala pegawai di PT Maqbuul itu. Kata mereka nanti akan dikabari lebih lanjut dan berangkat menjadi bulan Desember 2018,” terangnya.

Setelah ditunggu sampai Desember, tepatnya, 18 Desember 2018 ke-53 Jemaah ini dipanggil PT Maqbuul untuk diberangkatkan dari hotel Wings dekat Kualanamu.

“Jadi semua jemaah menginap di sana sejak tanggal 18 Desember sampai 28 Desember 2018,” ujarnya.

Namun ternyata, para jemaah umrah belum juga diberangkatkan. Sedangkan masa menginap mereka di hotel tersebut sudah habis.

“Sehingga kami langsung keluar dari hotel dan membuat laporan ke Polda Sumut,” pungkasnya.(riz)