Rab. Okt 16th, 2019

Polri sukses kembalikan kerugian negara 2,9 T

fokusmedan : Sepanjang tahun 2018 lalu Polri telah banyak melakukan berbagai tindak pengungkapan. Salah satunya adalah dengan mengungkap jumlah kerugian negara hingga mencapai sebesar Rp 2,9 Triliun.

Hal itu disebutkan Gubernur Sumut Edy Rahmayadi saat membacakan amanat Presiden RI Joko Widodo saat menjadi Inspektur upacara HUT Bhayangkara Ke-73 di Lapangan Merdeka, Rabu (10/7).

“Saya mengucapkan terima kasih dan memberikan penghargaan atas kerja keras, pengabdian, pengorbanan, dan perjuangan tanpa pernah mengenal lelah, yang ditunjukkan personel Polri dalam memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat, menegakkan hukum, serta memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat,” sebutnya.

Ia berharap, semoga berbagai capaian ini tidak membuat institusi Polri cepat berpuas diri. Namun sebaliknya, menjadi motivasi dan inspirasi untuk terus meningkatkan kinerja dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Apalagi ke depan, tantangan yang dihadapi Polri dalam memelihara keamanan dalam negeri akan semakin kompleks.

Sementara itu, Kapolda Sumut Irjen Pol Agus Andrianto menyampaikan amanat Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian bahwasanya anggota Polri saat ini telah mencapai sebanyak 446.873 personel yang tersebar di 34 Polda, 461 Polres, di 514 Kabupaten/Kota, Serta 4.872 Polsek di 7.201 Kecamatan.

Selain itu, lanjutnya, dalam 3 tahun terakhir melalui Program Promoter, Polri juga telah menjtitik beratkan pada 3 kebijakan utama yaitu peningkatan kinerja, perbaikan kultur dan manajemen media.

“Sehingga Polri yang pada tahun 2016 termasuk dalam 3 institusi dengan kepercayaan publik rendah, saat ini berdasarkan hasil survei oleh berbagai lembaga yang kredibel telah berada pada 3 lembaga yang dipercaya publik,” jelasnya kepada fokusmedan.com, Selasa (10/7).

Untuk itu, Polri ke depan akan siap melaksanakan dan mempedomani 5 instruksi Presiden berupa meningkatkan kualitas SDM Polri, mengedepankan strategi pemolisian proaktif dan tindakan humanis dalam mencegah berbagai permasalahan sosial.

Kemudian, meningkatkan kualitas pelayanan publik yang modern, mudah, murah dan cepat, meningkatkan profesionalisme dalam penegakan hukum dan berkeadilan.

“Serta memperkuat koordinasi kerjasama dengan TNI dan lembaga pemerintah dalam memelihara keamanan negeri,” pungkasnya.(raz)