NASIONAL

Prabowo: Ekonomi Indonesia Salah Arah & Menyimpang Dari Cita-Cita Pendiri Bangsa

fokusmedan : Debat pamungkas atau debat kelima capres dan cawapres digelar malam ini di Hotel Sultan, Jakarta. Dalam pembukaan debat, pasangan Prabowo-Sandiaga mendapat giliran pertama menyampaikan visi dan misi dengan tema ekonomi, kesejahteraan sosial, masalah investasi, perdagangan dan industri.

Dalam debat ini, Prabowo berpandangan bahwa ekonomi Indonesia sekarang ini dan sudah berjalan lama berada dalam arah yang salah. Kata Prabowo, arah ini kalau diteruskan tidak akan memungkinkan membawa kesejahteraan yang sebenarnya bagi bangsa indonesia.

“Ini sudah terbukti bahwa kita telah menyimpang dari cita cita pendiri bangsa kita. Dalam UUD 1945 sangat jelas rancang bangun ekonomi kita. kita tidak bisa membiarkan kekayaan nasional mengalir keluar negeri. kenyataannya dan diakui pemerintah kekayaan nasional mengalir keluar negeri. banyak uang milik warga indonesia di luar dibanding dalam negeri,” ungkap Prabowo.

Selain itu, dikutip dari merdeka.com, Prabowo menyebut di Indonesia telah terjadi deindustrialisasi. Indonesia saat ini katanya tidak mampu memproduksi apa-apa.

“Kita hanya menerima bahan produksi negara lain. Ini keliru, dan kita Prabowo-Sandi mau mengubah. Bangsa menyimpang dan tidak punya strategi pembangunan,” tegasnya.

Di kesempatan sama, calon wakil presiden Sandiaga Uno menambahkan bahwa Indonesia adalah negara kaya raya. Namun keadaan saat ini banyak dikeluhkan masyarakat. Salah satunya Ibu Nurjannah yang menyebut bahwa toko kelontongnya di sebuah pasar sangat sepi.

“Selama 8 bulan ini saya kampanye dan menyelesaikan 1.550 kunjungan. Rakyat menebarkan semangat optimis, rakyat menitipkan pesan dan menginginkan tema ekonomi, kita sebut referendum ekonomi,” kata Sandiaga.

Selain itu, Sandiaga mengatakan akan menciptakan lapangan pekerjaan. Pertumbuhan ekonomi ke depannya harus memberi lapangan kerja dan harga bahan pokok terjangkau.

“Pertumbuhan ekonomi 5 persen dikeluhkan Ibu Nurjanah di Langkat di mana sekarang sepi pembeli. Ekonomi harus tumbuh memberi lapangan kerja, harga bahan pokok terjangkau. Dengan membuka lapangan kerja dan menjaga bahan pokok kita bisa menang.”(yaya)