NASIONAL

Praktek dugaan monopoli tarif kargo di Bandara Kualanamu masuki babak pemeriksaan lanjutan

fokusmedan : Angkasa Pura II Bandara Kualanamu Deliserdang diduga melakukan praktik monopoli dalam penetapan tarif pengiriman dan penerimaan kargo dengan harga tidak wajar.

Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) hinga kini masih terus memeriksa kasus dugaan praktik monopoli yang dilakukan oleh Angkasa Pura II Bandara Kualanamu.

Kepala Humas KPPU, Zulfirmansyah menyebutkan,  kasus praktek monopoli sudah memasuki babak persidangan pemeriksaan lanjutan (PL).

“Penyelidikan dugaan praktik monopoli oleh Angkasa Pura II bermula dari laporan berkaitan dengan penanganan kargo pasca pemberlakuan Daerah Keamanan Terbatas dan Regulated Agent,” ujarnya.

Laporan yang diterima sejak awal 2017 lalu, lanjutnya, terkait penanganan kargo oleh Regulated Agent yang menaikkan biaya pengiriman maupun pengambilan kargo.

Pada proses pengiriman misalnya barang kiriman melalui mitra usaha per kilogram Rp350, kini setelah dikelola Angkasa Pura biayanya membengkak hingga hampir tiga kali lipat.

Angkasa Pura II memang pelaku usaha tunggal yang mendapat hak untuk melakukan jasa penyediaan fasilitas terminal untuk pelayanan angkutan kargo dan pos di Bandara Kualanamu. Selain itu, perusahaan tersebut juga merupakan satu-satunya penyedia jasa fasilitas pergudangan lini II di bandara.

KPPU  menduga Angkasa Pura II telah melanggar pasal 17 ayat (1) dan ayat (2) UU No.5 Tahun 1999 tentang Larangan Praktik Monopoli dan Persaingan Tidak Sehat.

Dengan bunyi diantaranya, pelaku usaha dilarang melakukan penguasaan atas produksi dan atau pemasaran barang dan atau jasa yang dapat mengakibatkan terjadinya praktek monopoli dan atau persaingan usaha tidak sehat.

Terkait hal ini Manager Humas Bandara Kualanamu, Wisnu Budi Setyanto saat dikonfirmasi fokusmedan.com terkait hal ini mengaku belum bisa menjawab pertanyaan tersebut.

“Untuk pengelola kargo itu ada beberapa Regulated Agent yang melaksanakan diantaranya PT Apolokualanamoo. Namun, saat ini saya belun bisa jawab berhubung saya masih di kantor Kejaksaan Negeri Medan,” sebutnya melalui sambungan telepon.(putra)