Rab. Okt 16th, 2019

Puskesmas bisa rujuk langsung pasien ke RSUD dr.Pirngadi

fokusmedan : Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Pirngadi kini diperbolehkan menerima rujukan langsung pasien dari Puskesmas.

Hal ini disampaikan Sekda Kota Medan Wirya Alrahman kepada fokusmedan.com, Rabu (9/10) saat disinggung mengenai penurunan jumlah pasien di rumah sakit milik Pemko tersebut karena adanya aturan rujukan berjenjang.

“Ada ketentuan dari BPJS Kesehatan bahwa rujukan itu berjenjang, dari Puskesmas harus ke RS type C dulu baru ke type B. Tapi sekarang, kita sudah gebrak BPJS agar khusus RS Pemerintah, RS Pendidikan, boleh langsung (dirujuk) dari Puskesmas ke RS Pirngadi yang type B. Ini sudah berlangsung, jadi tinggal sosialisasi ke masyarakat itu boleh,” sebutnya.

Dengan begitu, lanjutnya, kunjungan pasien ke RSUD dr Pirngadi Medan diperkirakan akan kembali meningkat.

“Bangkitkan kepercayaan masyarakat, dan diharapkan manajemen RS Pirngadi juga bisa menunjukkan jika rumah sakit ini yang terbaik,” ujarnya usai menghadiri penerimaan sertifikat akreditasi paripurna oleh RSUD dr Pirngadi,

Ia menjelaskan, pihaknya dan Kepala Dinas Kesehatan Kota Medan juga sudah menyampaikan ke seluruh Puskesmas, bahwa bila pasien mau dirujuk ke RSUD dr Pirngadi maka hal itu boleh dilakukan.

“Tapi ini tergantung pasiennya. Kalau dia ikut BPJS, dia boleh pilih. Jadi, secara aturan sudah bisa diatasi,” ungkapnya.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Medan dr Edwin Effendi menyatakan pihaknya telah mensosialisasikan hal ini ke masing-masing Puskesmas.

Namun, apabila Puskesmas tidak mau merujuk pasien ke RSUD dr Pirngadi melainkan merujuknya ke RS swasta karena alasan berjenjang, Edwin menegaskan agar hal itu dilaporkan kepada dirinya.

“Lapor sama saya langsung, biar saya turun ke Puskesmasnya. Saya akan cek langsung,” tegasnya.

Sementara itu, Direktur RSUD dr Pirngadi Medan dr Suryadi Panjaitan mengakui bahwa selama ini memang telah terjadi penurunan jumlah kunjungan pasien sebagai dampak adanya sistem rujukan berjenjang.

“Namun sejak adanya aturan ini, sekarang keberadaan pasien sudah mulai mengalami peningkatan,” pungkasnya.(riz)