EVENT

Rock Anthem – Festival Rock Medan Terbesar di Akhir Tahun

ipah-dan-ira-marian2

fokusmedan : Rock Anthem – Medan Rock Festival adalah pagelaran akbar yang melibatkan band-band kota Medan dan sekitarnya, yang akan tampil di Pardede Hall Medan, 10-11 Desember 2016 mendatang.

Diawali obrolan bersama insan musik lawas kota Medan seperti Didi (Purgatory), Said (Produksi Dendam), Ochir dan beberapa teman lainnya, akhirnya d’Line Up Music memberanikan diri mengadakan mini gigs rock secara reguler 2 kali sebulan bekerjasama dengan Urban Club HDTI. Bersama Amalia (Ipeh) dan team, mereka membangun brand acara Rock Anthem secara bertahap

“Ada alasan kenapa saya memutuskan ber-partner dengan Urban Club mengadakan Rock Anthem secara reguler. Alasan klasik, idealisme. Kami rindu akan scene band kota Medan pada jamannya, di mana band dan penonton bisa hangout bareng, jaman saat penikmat musik datang untuk mengapresiasi band-band lokal, dan antar band mengapresiasi band lainnya. Jaman di mana semua saling mengenal dan duduk bareng sambil bertukar inspirasi,” kata kata Ira Marian Sukma, promotor pagelaran Rock Anthem-Medan Rock Festival kepada fokusmedan.com, di Medan, Rabu siang.

Menurutnya, ternyata respon dan support yang didapatkan luar biasa dari teman-teman musisi, termasuk dukungan penuh dari berbagai komunitas seperti Medan Teriak, Indie United dan Metal Medan.

Tidak hanya pagelaran musik yang akan berlangsung di sana, tapi juga berbagai acara lainnya yang diharapkan bisa bermanfaat bagi teman-teman musisi dan pecinta musik rock. Antara lain coaching clinic drum oleh Gebeg (Taring – Bdg), ngobrol bareng record label, showcase guitar oleh Boris (The Flowers) dan lainnya.

Selain itu ada berbagai booth yang juga mengakomodir kebutuhan musisi, seperti booth distro, merchandise band dan record label sehingga siapapun yang datang bisa memasukkan demo bandnya ke record label di saat acara. Berbagai kompetisi pun diadakan yakni Rock Band Audition, Rockustom Bike Modification dan Rock Concert Photography Contest.

Bintang tamu yang dipilih dari luar Medan pun tidak hanya asal pilih, mereka ingin band-band ini bisa dijadikan contoh bagi anak Medan. Deadsquad (Jkt) adalah band beraliran keras yang idealis di jalur musiknya, Koil yang merupakan musisi kreatif dan pintar.

Satu lagi adalah The Flowers, contoh band yang eksis sejak dulu hingga sekarang, konsisten dengan genre yang mereka bawakan tidak terpengaruh oleh tren pasar, namun bisa tetap hidup di jalurnya. Inilah 3 contoh yang diharapkan bisa dilihat oleh para musisi kota Medan.

“Misi kami sederhana, konsepnya gak ribet. Hanya ingin berbuat sesuatu bagi kemajuan musisi Sumatera Utara. Itu saja,” kata Ira.

Jadi, tunggu apalagi, tiketnya dibandrol cukup wajar, hanya Rp 70.000,- untuk 2 hari pertunjukan. Manfaatkan event ini untuk menikmati musik dan menambah wawasan.(yaya)