Rupiah melemah, bos BI yakinkan gejolak masih dalam batas wajar

fokusmedan : Nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (USD) bergerak melemah di perdagangan hari ini, Selasa (6/2). Mengutip data Bloomberg, Rupiah masih terus terperosok usai pembukaan. Tercatat, nilai tukar sempat menyentuh level Rp 13.613 per USD.

Gubernur Bank Indonesia, Agus Martowardojo, mengatakan pelemahan nilai tukar Rupiah tidak mengkhawatirkan. Hingga kini, volatilitas Rupiah masih terjaga pada batas wajar.

“Tidak (mengkhawatirkan), kita akan jaga volatilitasnya terjaga. Sekarang ini kan volatilitasnya ada di kisaran 7 persen year to date. Dan ini adalah sesuatu atau batas yang wajar,” ujarnya di Gedung DPR/MPR, Jakarta, Selasa (6/2).

Dikutip dari merdeka.com, Agus menjelaskan penyebab pelemahan Rupiah karena beberapa hari yang lalu ada kenaikan imbal hasil (yield) surat utang Amerika Serikat (AS). Ini menyebabkan dana keluar atau capital outflow di Indonesia. Namun demikian, hal ini hanya bersifat sementara.

“Saya katakan bahwa kemarin ini ada surat utang yang jatuh waktu dan itu membuat dana keluar. Ini sifatnya temporary karena kita melihat ekonomi Indonesia membaik tercermin dari pertumbuhan ekonomi terakhir yang dikeluarkan, inflasi maupun neraca pembayaran kita,” jelasnya.

Mantan menteri keuangan tersebut menambahkan, pihaknya akan terus menjaga nilai tukar stabil dengan memastikan Rupiah selalu ada di pasar keuangan. “Saya tidak menyampaikan tentang BI intervensi atau apa. Saya cuma katakan BI akan selalu ada di pasar,” tandasnya.(yaya)