Sejumlah nelayan geruduk Polda Sumut, laporkan Satpol Air Sergai atas kasus penembakan kapal

fokusmedan : Sejumlah nelayan yang berasal dari Serdang Bedagai didampingi LBH Marhaenis Medan, Selasa (17/4) mendatangi markas Polda Sumut.

Kedatangan mereka hendak melapor ke Bidang Propam Polda Sumut atas kejadian yang dialami para nelayan.

Dalam laporannya, para nelayan menuding Satuan Kepolisian Perairan (Satpolair) daerah Serdang Bedagai (Sergai) telah memberondong kapal nelayan tradisional asal Kabupaten Batu Bara.

Para nelayan itu juga membawa bukti-bukti foto sampan motor yang bolong dihantam peluru tajam dan proyektil yang ditemukan di tempat kejadian perkara (TKP) wilayah pantai Sergai.

Seorang nelayan bernama Sulaiman (42), warga Lingkungan II, Kelurahan Pangkalan Dodek Baru, Kecaman Medang Deras, Kabupaten Batu Bara bahkan ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan Polres Sergai bersama sampan motornya (4/4) dinihari lalu.

“Teman kami itu (Sulaiman, red) ditangkap karena menggunakan jaring cantrang. Tapi, kami heran, kenapa kami malah diberondong petugas Satpolair Sergai,” ujar nelayan rekan Sulaiman, Yakub (42) kepada fokusmedan.com di Mapoldasu.

Yakub mengaku, penggunaan alat tangkap ikan jenis cantrang memang dilarang pemerintah. Tapi, mereka menyesalkan sikap arogan dan ala koboi petugas Satpolair Sergai karena memberondong sekitar enam sampan motor yang diawaki sekira 18 nelayan.

“Sesuai aturan pemerintah, nelayan tradisional tidak boleh ditangkap, tapi hanya dibina,” katanya.

Para korban pemberondongan petugas Polair Sergai itu, di antaranya, Zulkifli, Amirin, Mukminin, Hermanto, Aris dan Ayub meminta Kapolda Sumut menindak tegas anggota Satpolair Sergai tersebut. Sebab, aksi koboy petugas telah membuat mereka trauma dan takut melaut.

“Jelas peristiwa ini membuat kami takut mencari ikan. Padahal, penghasilan kami hanya dari mencari ikan. Karena itu, kami minta Pak Kapoldasu menindak anggotanya yang bertindak seperti koboi terhadap nelayan,” tegasnya.(edi)