Ming. Des 15th, 2019

Tanah Amblas di Dairi, Empat Keluarga Mengungsi

fokusmedan : Bencana tanah amblas terjadi di Dusun Kuta Nangka, Desa Kempawa, Kecamatan Tanah Pinem, Dairi, Sumatera Utara. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun empat keluarga terpaksa mengungsi.

Berdasarkan informasi dihimpun, tanah amblas terjadi setelah hujan deras yang melanda kawasan itu pada 17 November 2019. Akibatnya terbentuk lubang dengan diameter 8 meter dan kedalaman 15 meter di sana.

Bagian dapur rumah warga ikut amblas. Demi keselamatan, empat keluarga penghuni rumah di sekitar lubang harus mengungsi ke kediaman tetangga yang dinilai lebih aman.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD Dairi) Bahagia Ginting mengatakan, kejadian itu merupakan kali ketiga lubang misterius muncul di daerah itu.

Peristiwa pertama terjadi tengah gedung Gereja Batak Karo Protestan (GBKP) Kutanangka, Desa Kempawa pada awal 2016. Bagian lantai gereja amblas. Terbentuk lubang dengan kedalaman 4 meter dan diameter 2 meter.

Lubang kedua muncul di perladangan warga Desa Kempawa pada 2018. Ukurannya hampir sama dengan tanah amblas di gereja.

Kali ini, tanah amblas terjadi di permukiman. Lokasinya tak begitu jauh dari dua kejadian sebelumnya.

“Kita belum bisa pastikan apa penyebabnya, karena butuh kajian dari ahlinya,” ujar Bahagia, Rabu (20/11).

Perlu Tim Ahli

BPBD Dairi sudah menyurati BNPB agar menurunkan tim ahli guna meneliti penyebab kemunculan lubang-lubang itu. Dikutip dari merdeka.com, surat dikirim pada Agustus lalu.

Menurut Bahagia, kejadian itu sudah dapat disebut bencana alam. Dampaknya sudah dirasakan masyarakat.

Bahagia berharap mereka segera mendapat data ilmiah mengenai penyebab tanah amblas itu dari ahlinya. Dengan begitu diperoleh solusi dan penanggulangannya agar tidak jatuh korban jiwa.

“Itulah yang kita butuh, jawaban dari pertanyaan itu. Kalau surat itu belum digubris, nantinya akan kami buatkan surat lagi melalui Pak Bupati,” sebut Bahagia.(yaya)