Sel. Agu 20th, 2019

Tax Amnesty Jilid II Dinilai Untungkan Pengemplang Pajak

fokusmedan : Managing Partner Danny Darussalam Tax Centre (DDTC), Darussalam meminta kepada pemerintah agar lebih jeli dalam membuat terobosan terkait rencana program tax amnesty jilid II. Sebab, dia menilai dengan adanya program lanjutan tersebut akan menguntungkan satu sisi.

“Jadi menurut saya tax amnesty jilid II ini adalah bentuk pemberian insentif kepada wajib pajak yang tidak patuh. Seharusnya insentif diberikan ke wajib pajak patuh atau wajib pajak yang sudah patuh dan memberikan trigger pada perkembangan pertumbuhan ekonomi. Jadi yang terjadi justru kebalik. Ini yang tidak saya inginkan,” jelas dia saat ditemui di Jakarta, Rabu (14/8).

Dia mengatakan, pemerintah seharusnya lebih mendorong para pengemplang pajak ini agar patuh terhadap wajib pajak. Sebab percuma saja apabila insentif itu diberikan secara-terus menerus kepada masyarakat yang tidak patuh pajak.

“Nah pertanyaannya apakah kita berikan insentif atau kita harus berikan disinsentif dalam hal ini penegakan hukum. Inilah pertanyaan yang harus segera dijawab. tidak boleh ditunda-tunda,” jelas dia.

Darussalam menambahkan, apabila tax amnesty jilid II ini tidak diberlakukan, maka akan menjadi suatu apresiasi pagi pemerintah maupun para wajib pajak yang patuh. “Dan bagi saya itu di tidak ada lagi pikiran-pikiran untuk memberikan amnesty lagi. Kenapa wajib pajak tidak patuh yang menjadi concern. Kenapa wajib pajak patuh tidak diapresiasi,” tandasnya.

Sebelumnya, dikutip dari merdeka.com, Menteri Keuangan, Sri Mulyani, memberi sinyal akan adanya program pengampunan pajak (tax amnesty) jilid II. Dia mengungkapkan, banyak pengusaha yang curhat menyatakan penyesalannya karena tidak sempat ikut Tax Amnesty jilid I.

Padahal ternyata, manfaat dari program tersebut sangat terasa bagi para wajib pajak (wp) terutama sekelas pengusaha besar. Selain itu, dia mengungkapkan karena banyak ketidaktahuan tersebut, peserta Tax Amnesty jilid I yang berlangsung pada 2016-2017 hanya sedikit.

“Yang ikut hanya 1 juta WP. Actually very low than expected. Saya paham ini shock therapy, tapi mereka tidak yakin,” kata dia.

Bahkan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) juga sempat mengungkit kembali program Tax Amnesty tersebut. “(Presiden) Jokowi juga sampaikan feed back banyak hal,” ujarnya.(yaya)