Terjangkit virus, ratusan ekor ayam selundupan dari Thailand dimusnahkan

fokusmedan : Sebanyak 250 ekor ayam jago yang diselundupkan dari Thailand dimusnahkan Kanwil Bea Cukai Aceh bersama Stasiun Karantina Pertanian Kelas I Banda Aceh di Komplek Bandara Sultan Iskandar Muda, Blang Bintang, Aceh Besar, Selasa (20/3).

Unggas tersebut dimusnahkan karena terjangkit virus pullorum (penyakit menular pada ayam). Bila tidak segera dimusnahkan dikhawatirkan menular dan berbahaya bagi kesehatan manusia, terutama unggas di Aceh.

Ayam jago tersebut merupakan hasil sitaan dari KM Jaya Abadi I, yang ditangkap dalam Operasi Patroli Laut Bersama antara TNI AL dan DJBC pada Sabtu (3/03) lalu di Perairan Ujung Tamiang, Aceh Tamiang, Provinsi Aceh.

Sebelumnya total ayam yang disita dari kapal tersebut sebanyak 250 ekor. Dari jumlah tersebut hanya tersisa 71 ekor yang masih hidup, selebihnya sudah terlebih dahulu mati akibat penyakit pullorum tersebut.

Agar tidak terkontaminasi dengan tertular virus tersebut, seluruh ayam jago asal Thailand, baik yang hidup maupun yang sudah mati disimpan dalam box kayu. Ayam yang masih hidup dimusnahkan dengan cara disuntikkan Formadehir (alkohol) sebanyak 10 cc ke jantung. Tak berselang lama, ayam tersebut langsung mati dan ditanam dalam tanah.

“Ayam ilegal ini asal dari Thailand yang ditangkap saat melakukan patroli. Saat ditangkap nahkoda kapal tersebut tidak memiliki surat resmi dokumen kepabeanan impor,” kata Kepala kantor Kanwil Bea Cukai Aceh, Agus Yulianto.

Kapal tersebut yang berbendera Indonesia selain memuat ayam jago tersebut, ada juga sejumlah barang impor lainnya, seperti pakaian jadi, kosmetik, pakan unggas, alat rumah tangga dan beberapa jenis barang lainnya.

Katanya, nahkoda kapal tersebut berinisial SB (60) sudah ditahan oleh Kanwil Bea Cukai Aceh untuk proses penyelidikan lebih lanjut.

Menurut Agus, Thailand hingga sekarang belum terbebas dari virus Flu Burung (Avian influenza). Sehingga setiap unggas yang masuk ke Indonesia patut diwaspadai. Ini dilakukan untuk melindungi keselamatan dan kesehatan masyarakat maupun lingkungan.

Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 82 Tahun 2000 tentang Karantina Hewan sudah sangat jelas diatur, setiap hewan hidup yang diimpor harus dilengkapi persyaratan karantina untuk mencegah masuknya berbagai virus dari luar.(yaya)