Ming. Sep 15th, 2019

The Fed Tahan Suku Bunga, Dana Asing Masuk RI dan Dorong IHSG ke Zona Hijau

fokusmedan : HHKeputusan Bank Sentral AS atau The Federal Reserve (The Fed)) untuk menahan suku bunga acuan (Fed Fund Rate) telah mempengaruhi penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada Kamis pagi. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) Kamis dibuka menguat 0,11 persen ke posisi 6.346,01.

Kepala Riset Valbury Sekuritas, Alfiansyah, mengatakan keputusan The Fed tersebut telah membantu penguatan IHSG dan mendorong masuknya kembali arus modal ke Indonesia. “Keputusan The Fed menahan suku bunga, mendorong aliran dana asing kembali masuk ke Indonesia,” kata Alfiansyah seperti dikutip dari Antara di Jakarta, Kamis (20/6).

Selain itu, upaya untuk menurunkan tensi perang dagang melalui rencana pertemuan antara Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping pada Pertemuan G20 ikut memberikan optimisme sementara kepada pelaku pasar.

“Kendati pertemuan Xi-Trump menimbulkan optimisme meredanya perang dagang, namun masih terlalu dini menyimpulkan kesepakatan akan terjadi,” katanya.

Bursa saham regional Asia pagi ini antara lain indeks Nikkei menguat 130,23 poin (0,61 persen) ke 21.464,1, indeks Hang Seng menguat 239,7 poin atau 0,85 persen ke 28.441,84, dan indeks Straits Times menguat 23,05 poin (0,7 persen) ke posisi 3.311,22.

Sebelumnya, dikutip dari merdeka.com, The Fed memutuskan untuk mempertahankan suku bunga Federal Fund (FFR) stabil di kisaran 2,25 hingga 2,5 persen, namun mengisyaratkan kemungkinan penurunan suku bunga tahun ini, dengan mengatakan “akan bertindak sewajarnya untuk mempertahankan ekspansi.”

Memperhatikan bahwa ketidakpastian tentang prospek ekonomi telah meningkat, bank sentral menjatuhkan bahasa “sabar” yang ditunjukkan dalam pernyataan sebelumnya.

“Mengingat ketidakpastian ini dan tekanan inflasi yang lemah, Komite akan memonitor dengan seksama implikasi informasi yang masuk untuk prospek ekonomi dan akan bertindak sewajarnya untuk mempertahankan ekspansi,” kata pernyataan Thr Fed.(yaya)