NASIONAL

Tiga anak HIV ditolak di sekolah, YPI minta Pemkab Samosir tidak diskriminatif

fokusmedan : Terkait adanya larangan bersekolah terhadap tiga orang anak pengidap HIV dengan alasan takut tertular pada anak lainnya di Desa Nainggolan, Kabupaten Samosir membuat Ketua Yayasan Pusaka Indonesia (YPI) angkat bicara.

Malah, informasi yang diperoleh fokusmedan.com, ketiga anak yang masih berusia 12 tahun ke bawah ini akan diusir dari Kabupaten Samosir.

Menyikapi sikap diskriminatif tersebut, Ketua YPI Sumut, Zahrin Piliang meminta Pemerintah Kabupaten Samosir untuk tidak bersikap diskriminatif terhadap ketiga anak yang seharusnya mendapatkan perlindungan dan perhatian khusus.

“Ketiga anak tersebut tidak boleh diasingkan dari lingkungan masyarakat, melainkan harus bisa bergaul dengan bebas bersama anak seusia mereka,” tegasnya, Selasa (23/10).

Menurutnya, Pemerintah Samosir seharusnya memberikan informasi yang benar kepada masyarakat, sebab HIV/AIDS tidak akan menular hanya karena bersentuhan.

“Ini membuktikan bahwa masih banyak kalangan masyarakat yang belum paham mengenai HIV,” jelasnya.

Zahrin menyebutkan dengan penjelasan medis oleh dokter, maka pihak sekolah, siswa maupun orang tua siswa dapat menerima anak pengidap HIV untuk bisa bersekolah tanpa perlakuan diskriminatif.

Ia pun mengimbau agar pihak sekolah, seperti kepala sekolah, guru, siswa serta orang tua siswa diberikan pemahaman dan sosialisasi yang benar terkait bagaimana pendekatan sosial dan pendekatan kesehatan yang harus dilakukan dengan anak-anak yang mempunyai latar belakang HIV/AIDS.

YPI juga siap mendampingi ketiga korban untuk mendapatkan hak-hak mereka bersama-sama dengan lembaga-lembaga anak lainnya.

Peran psikolog anak juga dibutuhkan mengingat anak pengidap HIV harus diberi pendampingan agar kesehatan jiwanya tidak terganggu,(riz)