Tinjau jalur selatan Jawa, Kakorlantas sebut 70 persen rusak

fokusmedan : Kepala Korlantas (Kakorlantas) Polri Irjen Royke Lumewa meninjau jalur selatan untuk memastikan persiapan mudik Lebaran 2017. Dari hasil survei, Royke menemukan beberapa titik yang berpotensi terjadinya macet saat arus mudik nanti, di antaranya terdapat jalan rusak perbatasan Jawa Barat-Jawa Tengah.

“Tadi di sebagian besar di kabupaten Cilacap ya, mulai dari perbatasan Jawa Barat sampai masuk perbatasan Banyumas, jalannya rusak ya. Keriting,” kata Royce saat memantau jalur di Purwokerto, Jawa Tengah dalam keterangan tertulis yang diterima merdeka.com, Jakarta, Kamis (23/2).

Royke menyebut, kerusakan berupa jalan tidak rata dan tidak mulus mencapai 70 persen. Kondisi ini akan segera dilaporkan ke pemerintah dalam hal ini Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU-PERA). Kerusakan jalan tidak hanya berpotensi menimbulkan kemacetan tapi bisa berakibat fatal bagi pengendara.

“Kita lihat bersama (rusaknya) sekitar 70 persen ya, jalannya tidak rata, tidak mulus. Tidak sesuai ketentuan. Kami akan berikan masukan kepada Kementerian PU, ke perwakilan yang ada di Provinsi, Balai Jalan. Untuk nanti saat hari H tidak boleh gitu,” ujar dia.

Selain jalan rusak, dalam surveinya Royke juga menemukan faktor yang berpotensi menjadi penyebab kemacetan. Antara lain, banyaknya penarik andong atau becak yang beroperasi di wilayah Limbangan, Garut, Jawa Barat. Dikutip dari merdeka.com, menurut jenderal bintang dua itu, membludaknya jumlah andong atau penarik becak harus segera diantisipasi.

Dia akan berkoordinasi dengan Pemerintah Kota Garut agar para penarik andong dan becak tidak diperbolehkan beroperasi selama masa mudik berlangsung. Dengan catatan, penarik becak dan andong diberikan dana kompensasi atau uang pengganti. Aturan itu pun akan diberlakukan pada 7 hari sebelum hari raya lebaran 1438 H dan 7 hari setelah arus balik.

“Untuk mereka tidak beroperasi pada hari-hari tertentu, khususnya pada musim mudik. Pemda nantinya akan memberikan kompensasi sekian rupiah kepada mereka untuk tidak beroperasi di titik arus mudik, apalagi ngetem,” ucapnya.(yaya)

Comments are closed.