NASIONAL

TKI asal Sumut keluhkan banyaknya kutipan,, aparat diminta bertindak

fokusmedan : Sejumlah TKI (Tenaga Kerja Indonesia) prosedural mengeluhkan banyaknya aturan serta dugaan pungutan liar yang dilakukan oknum serta organisasi agen penyalur TKI saat hendak bekerja di luar negeri.

Hal ini disebutkan Kiki Ginting, TKI asal Kabupaten Batubara kepada fokusmedan.com, sesaat hendak berangkat ke Malaysia di Bandara Kualanamu, Selasa,(17/4)

“Kami minta agar aparat terkait membasmi praktek pungli hingga tuntas sehingga para TKI tidak terbebani,” kata Kiki Ginting.

Apalagi, lanjutnya, praktik pungli ini sudah berlangsung lama dan pemerimtah terkesan ‘tutup mata’.

“Padahal untuk bekerja keluar negeri, seorang TKI harus mengeluarkan biaya kurang lebih Rp10 juta untuk pengurusan admintrasi dan lainnya. Itu belum termasuk uang sebanyak Rp 1,8 juta perorang untuk diterbitkannya surat izin kerja,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Forum Pemerhati Tenaga Kerja Indonesia, J Napitupulu menyebutkan,  persoalan TKI yang saat ini dirubah namanya menjadi Pekerja Migra Indonesia (PMI) keberatan dengan pembiayaan yang dibebankan oleh tiga organisasi TKI.

Perlu diketahui, sebelum tahun 2014 pembayaran pengurusan hanya dikenakan Rp55 ribu tetapi setelah 2014 mencapai Rp870 ribu.

Padahal didalam UU No.18 tahun 2017 pada pasal 30, jelas dikatakan bahwa pekerja Migran Indonesia yang mau diberangkatkan tidak dikenakan biaya.

“Sejauh ini, kita tidak tahu apa alasan kenaikan besaran yang diterapkan. Kalau bayaran itu resmi dari negara dan Malaysia, tolong diperlihatkan sama kita, aturan dan undang-undangnya,” sebutnya.

Sebelumnya, (23/4) lah Tim Saber Pungli Polda Sumut melakukan OTT (Operasi Tangkap Tangan) di PT OMNI Citra Sarana terkait kasus praktek pungli.(putra)