Ming. Des 15th, 2019

TNI kerja sama dengan Kemenkeu berantas tentara-tentara bekingan

fokusmedan : Tentara Nasional Indonesia (TNI) bersama Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menandatangani kerja sama (MoU) terkait peningkatan perolehan pajak. Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo menuturkan kerja sama ini untuk memberantas tentara-tentara yang menjadi beking.

“Karena Menteri Keuangan mensinyalir ada tentara-tentara yang jadi beking, maka kita mengamankan. Ini penting karena penghasilan negara kan, maka kita amankan,” terang Gatot di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Kamis (19/1).

Dalam praktiknya, dikutip dari merdeka.com, TNI juga akan bekerja sama dengan kepolisian untuk penanganan hukumnya.

“Kalau dari militer, ya kita tangkap, kita proses hukum, secara militer. Kalau sipil saya enggak ikut-ikutan. Kalau bidang perpajakan, Pajak punya (aturan) sendiri,” lanjutnya.

Gatot menuturkan, jika kerja sama ini berhasil, maka TNI dijanjikan kenaikan anggaran militer.

“Menkeu berjanji kalau target (tercapai) maka anggaran belanja untuk TNI bisa dinaikkan 1 persen. Jadi kalau sekarang Rp 108, tahun 2018 menjadi Rp 216 triliun. Itu kenangan indah karena saya pensiun. Kalau panjang umur, semoga,”

Di kesempatan yang sama, panglima juga menginstruksikan kepada bawahannya agar mengantisipasi perubahan global yang sedang berlangsung, seperti instruksi Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Selain itu juga menyiapkan segala dampak dari perubahan global tersebut dengan cara mengadakan penyesuaian penyebaran pasukan-pasukan dan pangkalan-pangkalan yang tidak hanya tersebar di Pulau Jawa.

“Kemudian kita diingatkan kalau Indonesia bukan negara teokratis, bukan negara agama, tetapi Negara Indonesia negara masyrakatnya agamis. Jadi agama yang di Indonesia pasti akan bersama-sama, sehingga kita tak boleh menyudutkan perorangan maupun kelompok agama. Ini saya sampaikan peserta rapim untuk bantu kinerja pemerintah. Saya sampaikan agar lakukan rapim angkatan, cepat bangunan kontrak-kontrak sehingga membantu perputaran ekonomi. Yang penting lakukan penyebaran pangkalan-pangkalan terpinggir agar bisa membuat sentra-sentra ekonomi baru,” jelas Gatot.(yaya)