Travel kembalikan Rp 4,3 miliar kepada 40 calon jemaah haji ilegal

fokusmedan : Imigrasi Kelas I Makassar berhasil menggagalkan 40 calon haji plus (calhaj) ilegal yang rencananya diterbangkan oleh Travel Maidah Wisata pada Rabu kemarin, (9/8). Kepala Kanwil Kemenag Sulsel, Abdul Wahid Thahir mengatakan, pihaknya langsung melakukan tindakan usai mendapatkan laporan.

Abdul mengungkapkan, pihaknya langsung meminta kepada Travel Maidah Wisata untuk mengembalikan uang setoran milik calhaj sebesar Rp 4,3 miliar. Dan pengembalian tersebut telah dilakukan walaupun belum secara keseluruhan.

“Kita minta ke pihak travel itu untuk mengembalikan uang calhaj itu dan mereka sudah keluarkan sebesar Rp 4,3 miliar. Kalau tidak salah sisa lima orang yang uangnya belum dikembalikan,” katanya di Makassar, Kamis (10/8).

Dia mengungkapkan, telah melaporkan kejadian ini kepada Kementerian Agama. Mengingat Travel Maidah Wisata ini hanya mengantongi izin pemberangkatan umroh, bukan haji.

“Jadi soal jenis penindakannya, kita tunggu keputusan Kemenag pusat. Yang jelas setelah dipanggil dan diperiksa oleh pihak Imigrasi, kami akan melakukan juga pemanggilan malam ini atau besok terhadap pengelola travel Maida Wisata untuk lakukan pemeriksaan buat bahan awal dari investigasi pihak Ditjen PHU Kemenag pusat nanti,” tutup Abdul.

Sebelumnya, dikutip dari merdeka.com, Pelaksana tugas Kepala Imigrasi Kelas I Makassar Andi Pallawarukka yang dikonfirmasi menjelaskan, calon haji ilegal itu berjumlah 40 orang. Rata-rata mereka orang asal Makassar meski berdomisili di kota lain seperti Balikpapan.

Keberadaan mereka di bandara pukul 14.00 WITA kemarin yang rencananya terbang dengan pesawat Silk Air, diketahui akan berhaji secara ilegal karena saat ditanya petugas, jawaban para jemaah ini berbeda-beda. Ada yang menyebut akan berhaji plus, ada juga yang mengatakan akan ziarah atau berziarah ke Tanah Suci.

“Dari jawaban berbeda-beda itulah, petugas imigrasi yang ada di bandara laporkan ke saya dan saya langsung perintahkan untuk segera didalami kasus itu,” kata Pallawarukka, Kamis (9/8).

Rencananya calon haji ini akan ke Tanah Suci dengan rute Singapura, Srilangka, Riyad dan Jeddah. Dana yang mereka setor ke pengelola travel Maidah Wisata itu variatif. Mulai dari Rp 100 juta hingga Rp 130 juta per orang.

Jika dikatakan calon haji ini akan melakukan perjalanan ziarah, kata Pallawarukka, itu sudah keliru karena tidak ada program ziarah ke Tanah Suci saat tiba musim haji. Jika maksudnya untuk haji plus, ternyata setelah travel Maidah Wisata ini diperiksa rupanya travel ini tidak mengantongi izin plus. Mereka hanya punya izin umrah.

“Kita sudah panggil dan periksa pihak pengelola travel Maidah Wisata. Terungkap semua dokumen puluhan calhaj plus itu lengkap baik tiket, visa dan paspornya. Masalahnya pada tujuan mereka, haji plus. Di visanya tidak menunjukkan akan berhaji plus. Tapi berziarah atau berwisata sementara pemerintah Saudi Arabia tidak perkenankan ziarah di musim haji. Belum lagi travelnya tidak mengantongi izin haji plus. jadi ini ilegal,” kata Pallawarukka.

Ditambahkan, 40 calon haji itu ditunda keberangkatannya. Baru bisa diberangkatkan kalau seluruh administrasi terpenuhi.

“Calhajnya sudah dipulangkan, uang mereka telah dikembalikan pihak travel, proses selanjutnya diserahkan ke pihak Kemenag Sulsel menindaki travel tersebut,” tandasnya.(yaya)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *