Vonis ringan atas bandar narkoba menuai polemik, JPU akan banding

fokusmedan : Putusan hakim Sabar Simbolon atas terdakwa Rahmad Agustian dalam kasus kepemilikan narkotika jenis sabu seberat 2,8 kilogram menuai polemik.

Pihak Kejaksaan Negeri Deliserdang menilai putusan hakim yang menghukum terdakwa selama 15 tahun penjara dianggap cukup ringan, dimana sebelumnya JPU (Jaksa Penuntut Umum) menuntut 20 tahun penjara pada tersangka.

Kasi Pidum (Kepala Seksi Pidana Umum) Kejaksaan  Negeri Deliserdang, Robert Pakpahan menyebutkan vonis itu jauh dari tuntutan jaksa yang sebelumnya menuntut 20 tahun penjara, namun oleh hakim diputus vonis 15 tahun.

“Tentu kita tidak terima putusan itu dan pastinya akan lakukan banding,” jelas Robert kepada fokusmedan.com, Kamis (12/10).

Penuturan Robert, seharusnya hakim memutuskan vonis terhadap terdakwa minimal 18 tahun kurungan penjara.

“Hukuman itu baru pantas, karena barang buktinya tidak sedikit, 2,8 kilogram,” tambahnya.

Terpisah, Ketua FJD (Forun Jurnalis Deliserdang), Bobi Purba justru mengemukankan pendapat sendiri terkait polemik putusan vonis tersebut.

“Seharusnya terdakwa itu dituntut hukuman mati, atau kurungan badan seumur hidup mengingat jumlah barang bukti yang didapatkan,” ucapnya.

Bayangkan saja, lanjut Bobi, berapa banyak anak bangsa yang jadi korban apabila sabu itu bebas edar dimasyarakat.

“Kita meminta ketegasan pemerintah dalam pemberantasan narkoba yang sudah extra ordinary crime,” pungkasnya.(putra)