Ming. Agu 18th, 2019

VPN Gratisan Bahaya untuk Penggunaan Internet Banking?

fokusnedan : Selepas pemerintah mengumumkan melakukan pembatasan akses terhadap media sosial dan WhatsApp terkait dengan demo 22 Mei lalu, banyak masyarakat yang kemudian berinisiatif menggunakan Virtual Private Network (VPN) gratis. Tujuannya agar bisa melakukan akses tanpa hambatan.

Kemudian, munculah informasi yang mengatakan jika VPN gratisan atau abal-abal terinstal di sebuah smartphone, maka hati-hatilah dalam menggunakan layanan internet banking. Sebab, tidak menutup kemungkinan VPN tersebut seperti penyusup yang siap mencari tahu data pribadi penggunanya melalui smartphone.

Benarkah demikian? Pengamat Cyber dari Vaksincom, Alfons Tanujaya menjelaskan secara mudah agar hal tersebut tidak salah kaprah. Menurutnya, VPN itu ibarat memakai server proxy atau wifi gratisan. Sehingga, jika VPN tersebut memperbolehkan mengakses, maka itu akan mudah.

“Kalau sistem internet banking sudah pakai https (http secure) ya. Artinya sudah dienkripsi sekalipun di tap itu datanya terenkripsi dan tidak bisa di baca,” jelas Alfons ketika dihubungi Merdeka.com, Jumat (24/5).

Bahkan, kata Alfons, internet banking sudah memaksakan menggunakan TFA / OTP sehingga kalaupun terjadi kebocoran kredensial tidak akan bisa transaksi karena membutuhkan konfirmasi OTP dari token.

“Yang perlu diwaspadai adalah layanan yang menggunakan teknologi jadul tanpa enkripsi. Karena hanya mengandalkan password dan PIN itu sama saja setor nyawa kalau di tapping ketahuan semua,” jelasnya.

Meski begitu, Alfons tetap menyarankan untuk menghindari penggunaan VPN abal-abal. Berbeda jika menggunakan VPN yang berbayar.

“VPN yang bagus itu aman dan malah disarankan. Tidak berdampak dan malah lebih mengamankan internet banking. Yang jelas, VPN abal-abal itu harus dihindari dengan alasan apapun,” terangnya.

Terlepas dari itu, dikutip dari merdeka.com, Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara meminta agar pengguna media sosial (medsos) tidak mengakses aplikasi pesan WhatsApp dan media sosial melalui VPN (virtual private network). Hal ini dinilai berbahaya.

“Kami sudah memperhitungkan salah satunya melalui VPN, selalu dikatakan bisa bypass lewat VPN, namun hindari VPN karena (kalau kita menggunakan) VPN gratis bisa terdampak terbukanya data-data pribadi,” tutur Rudiantara.(yaya)