Ming. Agu 25th, 2019

Wapres JK: Yang Bisa Memajukan Bangsa Ini Hanya Industri Manufaktur

fokusmedan : Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) mengatakan salah satu cara untuk mengerek pertumbuhan ekonomi Indonesia dengan mendorong industri manufaktur. Sebab, pertumbuhan di sektor industri pengolahan ini masih menjadi tulang punggung bagi perekonomian dalam negeri.

“Yang bisa memajukan bangsa ini hanya manufaktur. Ekonomi riil itu masih menjadi bagian. Tanpa riil kita akan jadi konsumen dari luar,” katanya saat menjadi pembicara di CNBC Economic Outlook 2019, di Jakarta, Kamis (28/2).

JK mengatakan, selama ini kontribusi dari beberapa komoditas maupun seluruh sektor unggulan pemerintah tidak menunjukan hal positif. Ini dapat dilihat dari target pertumbuhan ekonomi yang dipatok pemerintah sebesar 7 persen dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) lalu tidak tercapai.

“Itu semua tidak punya efek apa-apa. Kita tumbuh, menengah, tidak tumbuh tinggi 7 persen seperti yang kita harapan. Tapi 5.17 persen. Harapan kita akan lebih baik,” katanya.

Sebelumnya, Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto, menyebut industri pengolahan masih menjadi penyumbang terbesar terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Nasional 2018. Bahkan, sektor industri tersebut masih di atas angin dari beberapa sektor lain seperti nonmigas dan migas.

“Dibandingkan sektor-sektor yang lain industri pengolahan adalah tertinggi yakni 19,89 persen,” kata Menteri Airlangga, saat jumpa pers di Kantornya.

Dikutip dari merdeka.com, Menteri Airlangga mengatakan, apabila menginginkan pertumbuhan ekonomi yang cukup besar, maka sektor industri lain harus diperbaiki dan digalakan kembali. Sehingga, kontribusi PDB secara nasional ke depan akan jauh lebih tinggi.

“Di sini menunjukan bahwa dibandingkan sektor sektor yang lain, sektor industri pengolahan paling tinggi. Kalau kita ingin memperbaiki pertumbuhan ekonomi maka yang jadi prioritas yang diperbaiki faktor pengalihannya besar adalah sektor industri pengolahan atau sektor industri manufaktur,” jelasnya.(yaya)