Warga mengeluh, gas elpiji 3 kilogram langka di Lubuk Pakam

fokusmedan : Kebutuhan akan bahan bakar gas meningkat, namun ketersediaan gas elpiji bersubsidi 3 kilogram justru langka di Lubuk Pakam.

Akibatnya, banyak warga yang mengeluh dan terpaksa menggunakan gas elpiji non subsidi dengan harga mahal.

Budi Arianto (43), agen penjualan gas elpiji di Jalan Setia Budi Lubuk Pakam menjelaskan, kelangkaan gas elpiji 3 kilogram ini disebabkan minimnya pasokan dari Pertamina.

“Kelangkaan gas elpiji 3 kilogram ini sudah dari bulan September dan ada kabar beredar, akan dialihkan ke tabung 5,5 kilogram  non subsidi,” ungkap Budi kepada fokusmedan.com, Selasa.

Dilanjutkannya, akibat kelangkaan itu, banyak warga yang mengeluh dan tidak jarang pula ada yang marah-marah.

Sementara, Syarizal Lubis warga Lubuk Pakam tidak bisa mengendalikan kekesalannya, mengingat ia sudah bolak-balik mencari gas elpiji 3 kilogram ke berbagai pangkalan gas namun tetap saja kosong.

“Apa sih maunya pemerintah ini? Kemarin menghapus minyak tanah untuk beralih ke gas bersubsidi dengan alasan gas melimpah. Sekarang gas subsidinya langka, terus nasib rakyatnya gimana,” kesalnya.(putra)

Comments are closed.