Ming. Sep 22nd, 2019

WHO Temukan Banyak Makanan Bayi Mengandung Terlalu Banyak Gula dan Pemanis Buatan

fokusmedan : Selama ini, untuk mempermudah pilihan makan bagi anak, tak jarang orang tua membeli makanan bayi kemasan. Namun makanan ini tak selamanya aman bagi kesehatan bayi dan perlu lebih dicermati lagi oleh orangtua.

Berdasar laporan data dari PBB, makanan bayi komersial sering mengandung terlalu banyak gula serta daftar komposisi yang membingungkan. Hasil tersebut didapat World Health Organization (WHO) usai mempelajari sekitar 8 ribu produk dari 500 toko di Australia, Bulgaria, Israel, dan Hungaria antara November 2017 hingga Januari 2018.

“Dari sekitar setengah produk yang diperiksa, lebih dari 30 persen kalori berasal dari gula dan sekitar sepertiga produk tersebut mengandung tambahan gula atau pemanis lainnya,” terang WHO.

WHO mencatat bahwa walau secara alami makanan seperti buah dan sayur memang mengandung gula dan tepat dipilih sebagai jenis makanan anak-anak, namun hal ini tetap harus menjadi perhatian. Dikutip dari merdeka.com, tingginya kandungan gula pada makanan instan bayi ini bisa meningkatkan risiko kelebihan berat badan dan munculnya karang gigi.

Paparan terlalu awal bayi pada makan yang terlalu manis bisa menyebabkan pilihan potensial mereka terhadap makanan manis di masa mendatang.

“Nutrisi yang tepat pada masa balita dan awal menjadi kunci perkembangan dan pertumbuhan anak yang optimal, selain itu hal ini menghadirkan kesehatan yang lebih baik di masa mendatang,” jelas Zsuzsanna Jakab, Direktur Regional Eropa WHO.

Sebanyak 60 persen makanan yang diperiksa ini memiliki label cocok untuk balita di bawah enam bulan. Hal ini bertentangan dengan rekomendasi WHO yang menyarankan pemberian ASI eksklusif selama enam bulan pertama bayi.

Saat ini WHO tengah mengupayakan untuk memperbarui panduan mereka terkait batasan gula pada anak-anak. Selain itu mereka juga tengah mengupayakan untuk melarang penggunaan gula dan pemanis buatan pada makanan bayi. Selain itu juga memberikan peringatan tidak cocok untuk anak usia di bawah tiga tahun pada makanan seperti permen, jus buah, dan kental manis.(yaya)